Inflasi Kota Malang Terkendali, Bulog Ungkap Peran Beras Murah dan Bantuan Pangan

Reporter

Hendra Saputra

Editor

A Yahya

09 - Aug - 2025, 06:35

Wakil Direktur Utama Bulog, Mayjen TNI (Purn) Dr Marga Taufiq SH MH saat ditemui awak media di Kota Malang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Menjelang peringatan kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, Bulog Indonesia memperkuat perannya dalam menjaga ketahanan pangan dan menekan inflasi. Salah satunya dilakukan di Kota Malang dengan sejumlah terobosan yang dilakukan pemerintah daerah setempat dan juga masyarakat. 

Menurut Wakil Direktur Utama Bulog, Mayjen TNI (Purn) Dr Marga Taufiq SH MH, pemerintah telah menyiapkan strategi ganda untuk membantu masyarakat yang paling membutuhkan. Yakni melalui bantuan pangan berbasis data, serta menjalankan gerakan pangan murah terutama untuk beras bersubsidi.

Baca Juga : HUT RI Ke-80, BMGK dan Keuskupan di Kota Malang Bersatu Bagikan Ribuan Paket Sembako

“Sementara berjalan saya menengok di sini (Kota Malang, red). Jadi kan ada dua outletnya, satu adalah bantuan pangan kepada masyarakat yang memang sudah berdasarkan data. Kemudian yang kedua adalah memberikan pangan murah, gerakan pangan murah berupa beras ya. Dan beras ini adalah beras yang disubsidi oleh pemerintah,” jelas Marga. 

Langkah Bulog mendapatkan respons positif karena terbukti efektif dalam meredam gejolak harga. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, inflasi pada bulan Juli 2025 sebesar 0,12 persen, atau lebih rendah dari rata-rata inflasi Jawa Timur sebesar 0,22 persen, maupun nasional sebesar 0,30 persen.

Hal ini menunjukkan stabilitas harga pangan mulai terbentuk. Meski situasi global dan domestik masih penuh ketidakpastian.

Pemerintah juga menggandeng aparat keamanan dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM). Bulog bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyiapkan stok beras stabilisasi dan membuka outlet penjualan di lokasi strategis. Seperti pasar tradisional, koperasi, dan titik prefentif lainnya.

“Apa yang kami lakukan tujuannya kan untuk menekan harga agar masyarakat nyaman dan inflasi tetap rendah,” ujar Marga.

Baca Juga : Arya Dipanegara Jadi Panembahan Herucakra: Raja Tandingan dari Madiun Penantang Amangkurat IV dan Arya Blitar

Operasi stabilisasi ini tidak hanya soal harga murah, namun juga soal keadilan dan kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. Ia pun menegaskan bahwa subsidi fiskal tidak diselewengkan, melainkan digunakan semaksimal mungkin untuk masyarakat yang berhak.

“Tolong kita sama-sama mengawasi, memberikan semangat kepada teman-teman yang bekerja, dan juga masyarakat yang membutuhkan,” tambah Marga.


Topik

Ekonomi, bulog indonesia, marga taufiq, gerakan pangan murah,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette