Transisi ke SD, Psikolog MIN 1 Kota Malang Ungkap 5 Aspek Kunci Kesiapan Anak  

Editor

Dede Nana

08 - Aug - 2025, 02:17

Kegiatan parenting dan sosialisasi program madrasah yang menghadirkan para orangtua siswa MIN 1 Kota Malang (ist)


JATIMTIMES - Tahun ajaran baru tak hanya menjadi momen penting bagi siswa, tetapi juga tantangan tersendiri bagi orang tua. Di MIN 1 Kota Malang, para wali murid kelas 1 dibekali wawasan mendalam mengenai lima aspek kesiapan anak yang krusial untuk menghadapi dunia sekolah dasar, terutama di masa transisi awal ini.

Dalam kegiatan Parenting dan Sosialisasi Program Madrasah yang menghadirkan para orangtua siswa belum lama ini, Psikolog MIN 1 Kota Malang, Shafira Hanifah, menyampaikan lima aspek penting ini. 

Baca Juga : Sentuhan Edukatif Mahasiswa KKN Unisba Blitar: Lawan Bullying Lewat Deklarasi Damai di SDN 03 Sentul

Pihaknya menegaskan bahwa kesiapan anak tidak cukup diukur dari usia atau kemampuan mengenakan seragam, melainkan dari lima aspek penting yang menentukan keberhasilan adaptasi mereka di lingkungan sekolah dasar.

1

Adapun lima indikator utama kesiapan anak menurutnya adalah kematangan emosional, kemampuan kognitif dan akademik, kemampuan bahasa dan komunikasi, kemandirian dan adaptasi sosial dan aspek konatif (motivasi belajar).

Dalam hal kematangan emosional, adalah anak yang siap bersekolah dasar mampu mengelola perasaannya. Mereka tidak mudah panik, menangis, atau merasa cemas berlebihan saat berpisah dengan orang tua, dan dapat menyesuaikan diri di lingkungan baru.

Kemudian, terkait kemampuan kognitif dan akademik, merupakan kemampuan anak mulai dapat mengikuti instruksi sederhana, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, dan mampu menyimak serta memahami penjelasan dasar dari guru.

2

Berikutnya, dalam hal kemampuan bahasa dan komunikasi juga harus diperhatikan dan didorong untuk terus meningkat. Dengan begitu, anak bisa mengutarakan keinginannya, menyampaikan perasaan, dan mampu menjalin komunikasi dua arah dengan guru maupun teman-temannya.

Kemampuan kemandirian dan adaptasi sosial juga harus jadi perhatian. Dengan memiliki ini, anak terbiasa melakukan aktivitas sederhana secara mandiri, seperti memakai sepatu atau membuka bekal, dan bisa berinteraksi secara sehat dengan lingkungan sosialnya.

Dan yang kelima adalah aspek konatif (motivasi belajar). Hal ini menyangkut dorongan dari dalam diri anak. Anak yang siap sekolah menunjukkan antusiasme untuk belajar, mengeksplorasi hal baru, dan tidak takut mencoba meski belum bisa.

“Kesiapan itu bukan sekadar bisa duduk tenang di kelas. Tapi apakah anak nyaman dengan lingkungan barunya, tahu apa yang harus dilakukan, dan berani mencoba meski belum tentu benar,” terang Bu Rara, sapaan akrabnya.

Ia juga menekankan bahwa proses adaptasi anak umumnya memakan waktu 3 hingga 6 bulan. Oleh karena itu, keterlibatan aktif orang tua dalam mendampingi dan menciptakan rutinitas yang mendukung sangat penting di fase ini.

3

Kepala MIN 1 Kota Malang, Hj. Siti Aisah, S.Ag., M.Pd., menyampaikan, bahwa sinergi antara madrasah dan orang tua menjadi fondasi utama dalam membangun generasi Indonesia yang kuat sejak dini.

Baca Juga : Ramalan Keuangan Zodiak 8 Agustus 2025: Cuan atau Boros? Cek Prediksi Libra hingga Pisces

“Kolaborasi ini bukan hanya untuk mendidik anak hari ini, tetapi juga menyiapkan masa depan bangsa. Generasi Indonesia Emas 2045 dimulai dari pondasi kesiapan dasarnya,” ujarnya.

Kegiatan parenting ini merupakan bagian dari rangkaian sosialisasi madrasah yang digelar selama empat hari, dari 4 hingga 7 Agustus 2025, secara bergiliran untuk seluruh jenjang kelas.

 

 

 


Topik

Pendidikan, min 1 kota malang, psikolog, kepala min 1 kota malang,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette