JATIMTIMES – Di tengah meningkatnya kasus perundungan di lingkungan sekolah, sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar menghadirkan inisiatif edukatif yang patut diapresiasi. Bertempat di SDN 03 Sentul, Kecamatan Sentul, Kabupaten Blitar, Kelompok 20 KKN Unisba menggelar sosialisasi bertema "Anti Bullying: Creating a Safe and Respectful Environment for Everyone", Rabu, 7 Agustus 2025.
Kegiatan ini menyasar siswa kelas 4 hingga kelas 6 dengan pendekatan edukatif dan partisipatif. Menurut Koordinator KKN, Imanuella Bintang Maranata, sosialisasi ini dirancang bukan sekadar memberi informasi, tetapi juga membentuk kesadaran kolektif di kalangan siswa tentang bahaya perundungan. Ia menyebutkan bahwa perundungan, baik secara langsung maupun melalui media sosial, masih kerap dianggap hal biasa, padahal memiliki dampak psikologis yang mendalam.
Baca Juga : Berdayakan Ratusan Masyarakat, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Gelar Pelatihan Pembuatan Jamu Tradisional
“Anak-anak perlu tahu bahwa mengejek, mengucilkan, hingga menyebarkan pesan kasar lewat media sosial bukan sekadar candaan. Itu bisa menjadi bentuk bullying yang serius,” ujar Imanuella saat memberikan sambutan pembukaan.
Materi utama dalam sosialisasi disampaikan oleh Dewi Chusnul Khotimah, salah satu anggota kelompok KKN. Ia menjelaskan secara rinci jenis-jenis bullying seperti verbal, fisik, sosial, dan cyberbullying, serta dampak buruknya bagi korban. Salah satu pesan penting yang ditekankan adalah membedakan antara candaan yang sehat dan tindakan yang bisa melukai perasaan orang lain.
Dalam pemaparannya, Dewi juga mengajak siswa memahami bagaimana cara melawan bullying tanpa kekerasan, serta pentingnya melapor kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya. “Ada perlindungan hukum bagi korban bullying, dan pelaku juga bisa dikenai sanksi. Ini penting untuk diketahui sejak dini,” katanya.

Sesi materi tidak disampaikan secara satu arah. Mahasiswa KKN mengemas kegiatan dengan berbagai metode interaktif, seperti diskusi kelompok, tanya jawab, role play, dan simulasi penolakan bullying secara damai. Anak-anak juga diberi ruang untuk berbagi pengalaman dan cerita pribadi tentang perundungan yang pernah mereka lihat atau alami.
Salah satu bagian paling berkesan dari acara ini adalah pembacaan Deklarasi Anti Bullying oleh seluruh siswa peserta. Dengan suara lantang dan penuh semangat, mereka menyatakan komitmen untuk menolak segala bentuk perundungan dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan penuh rasa saling menghargai.
Isi deklarasi itu antara lain menyebutkan bahwa mereka siap menjadi teman yang baik, membantu korban bullying, serta berani melaporkan jika menyaksikan tindakan perundungan. Sebagai simbol komitmen, seluruh siswa menempelkan cap lima jari mereka di atas banner bertuliskan deklarasi, menggunakan cat air berwarna cerah.
Baca Juga : Salah Kostum, Remaja di Blitar Dikeroyok Gara-Gara Pakai Hoodie Silat
Kepala SDN 03 Sentul dan para guru menyambut baik inisiatif dari mahasiswa Unisba tersebut. Program sosialisasi ini menjadi contoh bagaimana peran mahasiswa dalam program KKN tidak hanya terbatas pada kegiatan fisik seperti pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyasar aspek psikososial yang sangat penting. Melalui pendekatan pendidikan dan nilai kemanusiaan, mereka mampu menanamkan benih perubahan sejak dini.

Dalam semangat pembangunan karakter bangsa, sentuhan edukatif ini menjadi bagian dari upaya kolektif membentuk generasi muda yang lebih sadar, empatik, dan berani melawan ketidakadilan dalam bentuk apapun—bahkan yang sering dianggap remeh, seperti bullying. Sebuah langkah kecil dari kampus, tapi berdampak besar di ruang kelas.