free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pendidikan

Bullying hingga Etika Digital Jadi Sorotan Dalam Pelaksanaan Matamuda MTsN 2 Kota Malang

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

12 - Jul - 2026, 15:55

Loading Placeholder
Pelaksanaan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) yang diikuti oleh 320 siswa (ist)

JATIMTIMES - Tantangan pendidikan saat ini tidak lagi sebatas meningkatkan kemampuan akademik peserta didik. Sekolah juga dituntut mampu membentuk karakter, mencegah perundungan, memperkuat literasi digital, serta menanamkan sikap moderasi beragama di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh media sosial. Isu tersebut menjadi fokus yang diangkat MTsN 2 Kota Malang melalui program Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) bagi 320 murid baru yang belum lama ini dilaksanakan.

Alih alih hanya menjadi agenda pengenalan lingkungan sekolah, MATAMUDA dirancang sebagai ruang pembentukan karakter sejak hari pertama peserta didik memasuki madrasah. Berbagai materi yang diberikan tidak hanya memperkenalkan sistem pembelajaran, tetapi juga membahas persoalan yang kini banyak dihadapi remaja, mulai dari bullying, kenakalan remaja, kesehatan, etika bermedia sosial, hingga pentingnya membangun sikap toleran dalam kehidupan yang majemuk.

1

Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Malang, Drs. Farid Wajdi Sjaifullah, M.Pd., mengatakan masa pengenalan sekolah harus menjadi titik awal pembentukan karakter peserta didik, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Baca Juga : Darurat Mental Akibat Judol, Puguh Pamungkas: RSJ Menur Wajib Jadi Pusat Rehabilitasi Unggulan

"MATAMUDA merupakan gerbang awal bagi murid untuk mengenal budaya madrasah, membangun karakter, serta menumbuhkan semangat belajar sejak hari pertama. Jadikan kesempatan ini sebagai langkah awal meraih prestasi sekaligus membentuk akhlak mulia," ujarnya.

Kepala MTsN 2 Kota Malang, Anita Yusianti, menilai keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur melalui capaian akademik. Menurutnya, karakter, disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan beradaptasi menjadi kompetensi yang sama pentingnya untuk dimiliki generasi muda.

2

"Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat untuk terus belajar dan berkarya," kata Anita.

Pendekatan tersebut terlihat dari materi yang disusun selama MATAMUDA. Edukasi mengenai pencegahan bullying dan kenakalan remaja diberikan bersama kepolisian sebagai respons terhadap meningkatnya kasus kekerasan di lingkungan pendidikan. Sementara layanan Bimbingan dan Konseling dikenalkan lebih awal agar peserta didik memahami bahwa sekolah juga menyediakan ruang pendampingan ketika menghadapi persoalan pribadi maupun sosial.

Persoalan kesehatan juga mendapat perhatian melalui edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang diberikan tim puskesmas. Pembiasaan hidup sehat dipandang sebagai bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang produktif sekaligus mendukung perkembangan peserta didik.

3

Di sisi lain, penguatan moderasi beragama menjadi salah satu isu utama yang diangkat. Bunda Moderasi Beragama Kementerian Agama Kota Malang, Ny. Hj. Raudloh Quds Shampton, menjelaskan bahwa moderasi beragama merupakan sikap mengambil jalan tengah dalam menjalankan ajaran agama tanpa mengabaikan nilai persatuan.

Baca Juga : Dukung Gaya Hidup Sehat, Bupati Magetan Lepas Ribuan Peserta Fun Run IBI Magetan

"Moderasi beragama adalah sikap tawassuth, tidak ekstrem dan tidak berlebihan dalam memahami ajaran agama. Nilai keagamaan harus mampu berjalan berdampingan dengan semangat persatuan dalam kehidupan bermasyarakat," tuturnya.

Penguatan nilai tersebut dilanjutkan melalui pengenalan konsep Panca Cinta yang disampaikan Ketua Dharma Wanita Persatuan Satker MTsN 2 Kota Malang, Ny. Ika Ari Lestari Bima Hermananta. Konsep tersebut menekankan pembentukan karakter religius, intelektual, personal, sosial, kebangsaan, serta kepedulian terhadap lingkungan.

4

"Nilai nilai tersebut perlu dibiasakan sejak dini agar menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan sehari hari, baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat," ujarnya.

Penguatan karakter juga diperluas melalui materi mengenai kepemimpinan, administrasi, hingga etika berkomunikasi di ruang digital. Murid dikenalkan pada pentingnya menggunakan media sosial secara bertanggung jawab karena setiap aktivitas digital turut membentuk identitas pribadi sekaligus citra lembaga pendidikan.

Rangkaian materi tersebut menunjukkan bahwa orientasi peserta didik kini berkembang menjadi instrumen pendidikan karakter yang menjawab berbagai tantangan sosial. Ketika isu intoleransi, perundungan, krisis etika, dan rendahnya literasi digital menjadi perhatian di dunia pendidikan, proses pengenalan sekolah tidak lagi cukup hanya memperkenalkan ruang kelas dan tata tertib. Masa orientasi juga menjadi momentum menanamkan nilai yang diharapkan mampu membentuk peserta didik berintegritas, memiliki kepedulian sosial, serta mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan

--- Iklan Sponsor ---