GPT 5 Resmi Diluncurkan, Diklaim Mampu Beri Jawaban Setara Pakar Bergelar PhD
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Dede Nana
08 - Aug - 2025, 02:14
JATIMTIMES - OpenAI resmi merilis model terbaru chatbot kecerdasan buatan (AI), GPT-5. Versi ini digadang-gadang “lebih pintar, lebih cepat, dan lebih bermanfaat” dibanding pendahulunya, bahkan diklaim mampu memberikan jawaban setara pakar bergelar PhD.
Hingga Jumat (8/8/2025) siang, GPT 5 trending dalam penelusuran Google. Banyak warganet yang mencaritahu perbedaan dari versi sebelumnya.
Baca Juga : Petani di Trenggalek “Kembali Ke Sekolah”? Ada Terobosan Apa yang Dibawa Sekolah Tandur Ke Desa Parakan?
CEO sekaligus Co-Founder OpenAI, Sam Altman, menyebut peluncuran GPT-5 sebagai babak baru dalam perjalanan ChatGPT. "Saya rasa memiliki sesuatu seperti GPT-5 akan sangat sulit dibayangkan di masa lalu," ujar Altman, dikutip BBC, Jumat (8/8/2025).
GPT-5 disebut punya kemampuan tinggi dalam menulis, memprogram, dan menganalisis berbagai bidang. OpenAI menegaskan model ini mengalami peningkatan signifikan dalam akurasi jawaban serta mengurangi fenomena “halusinasi”, ketika AI memberikan informasi yang keliru atau mengada-ada.
Altman membandingkan evolusi ChatGPT dari generasi ke generasi. "GPT-3 terasa seperti berbicara dengan siswa SMA, GPT-4 seperti mahasiswa, dan GPT-5 ini untuk pertama kalinya terasa seperti bicara dengan seorang ahli di bidang apa pun, setara PhD," jelasnya.
OpenAI juga menargetkan pasar pengembang perangkat lunak. GPT-5 dipromosikan sebagai asisten coding yang mampu membuat aplikasi secara utuh, mengikuti tren yang juga diikuti pesaing seperti Claude Code dari Anthropic.
Peluncuran GPT-5 hadir di tengah persaingan sengit industri AI. Elon Musk, misalnya, baru-baru ini meluncurkan versi terbaru chatbot Grok yang terintegrasi dengan X (Twitter), dan mengklaim AI miliknya "lebih pintar dari PhD di semua bidang".
Sementara itu, GPT-5 sempat memicu gesekan dengan Anthropic. Perusahaan tersebut memutus akses API OpenAI, menuding pelanggaran ketentuan layanan karena menggunakan alat coding mereka sebelum peluncuran GPT-5. OpenAI membantah, menyebut pengujian lintas platform adalah “standar industri”.
Baca Juga : Ratu Mas Blitar: Ibu Arya Blitar dan Leluhur Empat Dinasti Jawa
Bersamaan dengan peluncuran GPT-5, OpenAI juga mengumumkan perubahan kebijakan interaksi ChatGPT. Chatbot ini tak lagi memberi jawaban langsung untuk pertanyaan pribadi seperti “Haruskah saya putus dengan pacar saya?”.
Sebagai gantinya, ChatGPT akan membantu pengguna mempertimbangkan keputusan dengan menimbang pro dan kontra.
Langkah ini diambil setelah pembaruan pada Mei lalu menuai kritik karena dianggap membuat ChatGPT terlalu “memuji” pengguna. Altman mengakui hubungan parasosial dengan AI bisa menjadi masalah yang harus diantisipasi.
