Tinjau Pengelolaan Limbah di RSUD Karsa Husada Batu, Ini Catatan Komisi D DPRD Jatim

06 - Aug - 2025, 06:23

Kunjungan kerja Komisi D DPRD Jatim di RSUD Karsa Husada Batu. (Foto: Ist)


JATIMTIMES - Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) meninjau langsung pengelolaan sampah dan limbah di RSUD Karsa Husada Batu, Selasa (5/8/2025). Dari tinjauan tersebut, komisi yang membidangi pembangunan ini memiliki sejumlah catatan.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim Khusnul Arif menjelaskan, kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen para wakil rakyat untuk memastikan bahwa pengelolaan limbah medis dan domestik di rumah sakit telah memenuhi standar lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Baca Juga : Termakan Usia, Pohon di Jalan Ikhwan Hadi Kota Batu Tumbang Memutus Jaringan PJU

"Kami melihat langsung bagaimana RSUD Karsa Husada mengelola limbah, baik limbah medis B3, limbah domestik, maupun pencemaran air. Hasilnya cukup baik. Tapi masih ada ruang untuk perbaikan," ungkap Khusnul Arif, dikonfirmasi Rabu (6/8/2025).

Saat ini  RSUD Karsa Husada bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mengelola limbah B3 medis. Terkait hal tersebut, Komisi D DPRD Jatim mendorong rumah sakit untuk segera menjalin kerja sama dengan PT Pratama Jatim Lestari (PT PJL) Mojokerto.

PT PJL sendiri adalah anak perusahaan BUMD milik Pemprov Jatim yang khusus menangani pengelolaan limbah dan sampah di Dawarblandong, Mojokerto.

"PT PJL sudah memiliki fasilitas pengolahan limbah medis. Jika RSUD Karsa Husada bekerja sama dengan PJL, ini tidak hanya menjaga lingkungan, tapi juga bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) bagi Jawa Timur," jelas politisi Partai Nasdem itu.

Sementara itu, untuk pengelolaan limbah domestik, RSUD Karsa Husada telah memiliki kerja sama (MoU) dengan pihak swasta. Namun, pihak DPRD juga mendorong agar tetap membangun komunikasi dengan PT PJL untuk memperluas cakupan pengelolaan limbah yang lebih terintegrasi dan efisien.

Lebih lanjut, dalam tinjauannya, Komisi D sempat menyaksikan secara langsung proses pengolahan air limbah (IPAL) di dua titik, yakni di gedung timur dan barat rumah sakit. Air hasil olahan IPAL tersebut terbukti jernih dan aman, dibuktikan dengan keberadaan kolam ikan kecil yang sehat sebagai indikator biologis kualitas air.

Metode pemantauan IPAL dilakukan secara terukur melalui tahapan pengukuran suhu, debit air, serta uji laboratorium bulanan terhadap kualitas air limbah. Rumah sakit ini juga telah memiliki dokumen persetujuan teknis pemanfaatan air limbah sejak Desember 2022.

Baca Juga : Warga Dikejutkan Temuan Janazah Membusuk di Rumah, Bau Menyengat Sempat Dikira Bangkai Tikus

"Kami mengapresiasi IPAL yang sudah ada, tapi mendorong agar rumah sakit bisa memperoleh sertifikat layak operasional air limbah, dengan memanfaatkan hasil IPAL untuk flushing toilet dan penyiraman taman. Ini perlu perencanaan anggaran yang matang," urainya.

Melalui kunjungan kerja ini, Komisi D DPRD Jatim menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kualitas layanan kesehatan di rumah sakit-rumah sakit daerah, termasuk dari sisi pengelolaan lingkungan dan limbah.

"Kami harap RSUD Karsa Husada bisa menjadi role model pengelolaan limbah medis dan domestik yang aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan," tegas Khusnul Arif. 

Sebagai informasi, dalam kunjungan tersebut rombongan Komisi D turut didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jatim Nurkholis, serta Direktur RSUD Karsa Husada Muhamad Rizal, bersama jajaran wakil direktur


Topik

Kesehatan, RSUD Karsa Husada Kota Batu, Komisi D DPRD Jatim, pengelolaan limbah, limbah medis,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette