JATIMTIMES - Musim kemarau tidak hanya membuat udara terasa lebih panas pada siang hari dan dingin saat malam, tetapi juga menyebabkan kelembapan udara menurun. Akibatnya, kulit lebih mudah kehilangan kadar air, termasuk pada bagian telapak kaki yang setiap hari menahan beban tubuh.
Tak sedikit orang kemudian memilih memakai kaos kaki agar telapak kaki tidak semakin kering. Namun, benarkah cara ini efektif mengatasi kaki pecah-pecah? Sebelum mencobanya, simak penjelasan mengenai manfaat memakai kaos kaki, penyebab kaki pecah-pecah, hingga cara mengatasinya berikut ini.
Baca Juga : Dinas Peternakan Jatim Luncurkan Fojapamas, Solusi Pakan Ternak di Tengah Menyusutnya Lahan
Perlukah Memakai Kaos Kaki agar Telapak Kaki Tidak Kering?
Jawabannya ya, tetapi bukan sebagai solusi utama. Memakai kaos kaki, terutama yang berbahan katun, dapat membantu menjaga kelembapan kulit dengan mengurangi penguapan air dari permukaan telapak kaki. Cara ini akan lebih efektif jika dilakukan setelah mengoleskan pelembap atau krim kaki sebelum tidur.
Pelembap yang telah dioleskan akan terserap lebih optimal karena kelembapannya "terkunci" di dalam kulit. Namun, pastikan kaos kaki selalu bersih, kering, dan tidak terlalu ketat. Sebaliknya, kaos kaki yang lembap atau jarang diganti justru dapat meningkatkan risiko infeksi jamur.
Perlu diingat, memakai kaos kaki saja tidak cukup untuk mengatasi kaki pecah-pecah. Perawatan kulit secara rutin dan menjaga kelembapan tetap menjadi langkah utama.
Penyebab Telapak Kaki Pecah-Pecah
Dilansir dari WebMD, telapak kaki pecah-pecah dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi kesehatan tertentu.
Beberapa penyebab yang paling umum meliputi:
• Cuaca kering atau perubahan suhu yang ekstrem.
• Berdiri terlalu lama.
• Sering berjalan tanpa alas kaki.
• Jarang menggunakan pelembap.
• Terlalu sering mandi menggunakan air panas.
• Menggunakan sabun berbahan keras yang menghilangkan minyak alami kulit.
• Memakai sepatu yang ukurannya tidak pas atau tidak menopang tumit dengan baik.
• Infeksi jamur pada kaki.
• Penebalan kulit akibat palmoplantar keratoderma.
Kondisi medis tertentu, seperti obesitas, kekurangan vitamin, hipotiroidisme, psoriasis, dermatitis atopik, dermatitis plantar, hingga kehamilan.
Cara Mengatasi Kaki Pecah-Pecah saat Musim Kemarau
Perawatan kaki pecah-pecah bertujuan mengembalikan kelembapan kulit sekaligus mengangkat lapisan kulit mati yang menumpuk. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan.
1. Rutin Menggunakan Pelembap
Gunakan losion atau krim khusus kaki yang mengandung emolien atau humektan. Kandungan ini membantu mengunci kelembapan, menghaluskan kulit, serta mengurangi retakan pada telapak kaki.
Agar hasilnya maksimal, oleskan pelembap setelah mandi atau sebelum tidur, kemudian kenakan kaos kaki berbahan katun.
2. Oleskan Minyak Kelapa
Minyak kelapa dikenal mampu menjaga kelembapan kulit dan sering digunakan sebagai perawatan alami untuk kulit kering, termasuk pada penderita eksim maupun psoriasis. Penggunaan secara rutin dapat membantu membuat telapak kaki terasa lebih lembut.
Baca Juga : Wamentan Dorong HKTI Jawa Timur Perkuat Pengawasan Program Pertanian
3. Gunakan Minyak Zaitun
Minyak zaitun mengandung vitamin E yang bermanfaat untuk melembapkan kulit sekaligus membantu proses regenerasi kulit sehingga telapak kaki tidak mudah pecah.
4. Manfaatkan Madu
Madu memiliki sifat antimikroba dan antibakteri yang baik untuk kesehatan kulit. Anda dapat menggunakannya sebagai scrub alami setelah merendam kaki atau menjadikannya masker kaki sebelum tidur.
5. Eksfoliasi dengan Batu Apung
Rendam kaki dalam air hangat selama sekitar 15-20 menit. Setelah itu, gosok perlahan bagian kulit yang menebal menggunakan batu apung saat kaki masih lembap.
Lakukan dengan lembut agar kulit tidak terluka. Setelah selesai, segera oleskan pelembap.
6. Gunakan Salep Khusus
Bila diperlukan, gunakan salep yang dijual bebas di apotek dengan kandungan seperti urea, salicylic acid, alpha-hydroxy acids (AHA), atau saccharide isomerate. Kandungan tersebut membantu melembapkan, melunakkan kulit, sekaligus mengangkat sel kulit mati.
7. Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh
Kulit yang kering juga dapat dipengaruhi oleh kurangnya asupan cairan. Karena itu, pastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi dengan minum air putih yang cukup setiap hari agar kelembapan kulit tetap terjaga.
Tips Mencegah Kaki Pecah-Pecah
Selain melakukan perawatan, ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat membantu mencegah telapak kaki menjadi kering dan pecah-pecah, yaitu:
• Gunakan pelembap setiap hari, terutama setelah mandi dan sebelum tidur.
• Hindari mandi menggunakan air yang terlalu panas.
• Pakailah alas kaki saat beraktivitas di luar rumah agar telapak kaki tidak langsung bergesekan dengan permukaan yang kasar.
• Gunakan sepatu yang ukurannya pas dan mampu menopang tumit dengan baik.
• Jangan mengelupas kulit yang pecah secara paksa karena dapat menyebabkan luka dan infeksi.
• Ganti kaos kaki secara rutin dan pastikan selalu dalam kondisi bersih serta kering.
Kapan Harus ke Dokter?
Meski umumnya bisa diatasi dengan perawatan mandiri, Anda sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter apabila telapak kaki mengalami perdarahan, terasa sangat nyeri, muncul tanda infeksi seperti bengkak, kemerahan, atau keluar cairan, maupun tidak kunjung membaik setelah beberapa minggu perawatan.
Penderita diabetes juga disarankan tidak mengabaikan kaki pecah-pecah karena luka pada kaki berisiko lebih sulit sembuh dan dapat menimbulkan komplikasi.
Memakai kaos kaki memang dapat membantu menjaga kelembapan telapak kaki, terutama jika digunakan setelah mengoleskan pelembap. Namun, cara ini bukanlah solusi tunggal untuk mengatasi kaki pecah-pecah.
Perawatan kulit secara rutin, menjaga tubuh tetap terhidrasi, menghindari kebiasaan yang membuat kulit kering, serta menggunakan pelembap setiap hari tetap menjadi langkah paling efektif untuk menjaga telapak kaki tetap halus dan sehat selama musim kemarau.