Kapal Cepat Banyuwangi - Denpasar Mulai Berlayar, DPRD Jatim Tekankan Aspek Keselamatan
Reporter
Muhammad Choirul Anwar
Editor
Dede Nana
24 - Jul - 2025, 05:10
JATIMTIMES - Kapal cepat Banyuwangi - Denpasar memulai pelayaran perdananya pada Rabu (23/7/2025) kemarin. Pelayaran ini sekaligus menandai fase uji coba, menjelang grand launching pada Agustus 2025 mendatang, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan RI.
Anggota Komisi D DPRD Jatim Miseri Efendy menekankan pentingnya aspek keselamatan dan keamanan penumpang. Karena itu, pada masa uji coba ini menurutnya Pemprov Jatim harus memperhatikan semua aspek yang mendukung operasional.
Baca Juga : Setoran Dividen Terus Menurun, Komisi C DPRD Jatim Desak Pemprov Evaluasi BUMD
Ia juga mendorong Dishub untuk mempersiapkan regulasi yang tepat dan tegas, sehingga ada juknis dalam operasionalnya dan harus ditaati oleh operator kapal.Penegakan aturan ini sangat penting demi keselamatan seluruh penumpang.
Mengingat dalam kunjungannya di sejumlah pelabuhan, Komisi D menemukan adanya pelanggaran aturan yakni overload. Kondisi tersebut tidak boleh terjadi pada operasional kapal cepat Banyuwangi - Denpasar.
"Karena saat kami lakukan kunjungan ke beberapa pelabuhan, ternyata teman-teman di lapangan kurang begitu menegakkan aturan yang lebih memerhatikan sisi kemanusiaan. Sehingga overload," ungkap Miseri Efendy, Kamis (24/7/2025).
Ia menegaskan, masyarakat juga harus mempunyai kesadaran terhadap keselamatan bersama. Jika kapal akan overload, maka tidak boleh memaksakan untuk masuk ke dalam kapal.
Selain itu, ia juga menyoroti kesediaan sarana dan prasarana, serta kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini sebagai penunjang kapal selama pelayaran dan bentuk antisipasi, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Pertama regulasinya seperti apa, kesiapan sarana dan prasarana dari kapal itu seperti apa. Kesiapan SDM seperti apa," ujar politisi asal Partai Demokrat itu.
Ia menegaskan, jika semua persyaratan terpenuhi, dan didukung cuaca yang mendukung, maka grand launching bisa dilakukan. Dengan begitu, penumpang bisa merasa nyaman karena tidak khawatir adanya human eror.
"Sekiranya semua tadi sudah siap, dan cuaca sangat mendukung launching dilaksanakan. Tapi ternyata dari salah satu persyaratan belum terpenuhi atau belum siap, maka jangan terburu-buru. Mendingan itu dipersiapkan dengan baik sehingga launching bisa berjalan sukses," paparnya.
Baca Juga : 30 Siswa SMKN di Malang Raya Putus Sekolah, Puguh DPRD: Ini Jadi Tamparan, Harus Ada Langkah Taktis
Politisi asal dapil Ponorogo, Ngawi, Pacitan dan Magetan ini menyampaikan bahwa kapal cepat Banyuwangi - Denpasar murni kapal penumpang. Bukan kapal barang yang dimodifikasi untuk mengangkut manusia.
"Kami tidak ingin kejadian kemarin (tenggelamnya KPM Tunu Pratama Jaya) terulang. Karena overload dan KMP Tunu Pratama Jaya merupakan modifikasi dari kapal barang," tandasnya.
Sebagai informasi, rute kapal cepat Banyuwangi-Denpasar akan dilayani oleh satu unit kapal berkapasitas 350–400 penumpang, dengan panjang sekitar 40 meter dan lebar 6 meter. Kapal akan menempuh perjalanan laut selama 2,5–3 jam, jauh lebih singkat dibandingkan perjalanan darat yang bisa memakan waktu hingga 5 jam.
Tiket kapal cepat ini dibanderol mulai dari Rp275.000 untuk kelas reguler, dan lebih tinggi untuk kelas VVIP. Penumpang diperbolehkan membawa barang maksimal 20 kilogram, dan kendaraan bisa diparkir di sekitar kawasan Marina Boom Banyuwangi dengan tarif inap hanya Rp5.000 per hari.
