MIN 2 Kota Malang Jadi Perintis E-Ijazah, Gandeng Madrasah Swasta di KKM Sukun

18 - Jul - 2025, 06:24

Ilustrasi penerapan e-ijazah di MIN 2 Kota Malang (ist)


JATIMTIMES - Inovasi digital di dunia pendidikan kian nyata. Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Kota Malang menjadi madrasah yang juga pelopor penerapan e-ijazah atau ijazah elektronik di bawah koordinasi Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Sukun. Tak hanya mengurus kebutuhan internal, madrasah negeri ini juga memfasilitasi madrasah swasta kecil di sekitarnya untuk bersama-sama bertransformasi ke sistem digital.

“Ini adalah langkah awal yang kami sambut antusias. E-ijazah adalah hal baru, dan kami di MIN 2 sudah menyiapkan semuanya, mulai dari printer khusus hingga tinta khusus,” terang Kepala MIN 2 Kota Malang, Nanang Sukmawan, S.Pd., M.Pd.I, saat ditemui usai di MIN 2 Kota Malang, (17/7/2025).

Baca Juga : Pemkab Malang Manfaatkan Bantuan Gerobak Sampah Listrik dan Alat Pengolah Sampah dari PLN

Sebagai madrasah induk di wilayahnya, MIN 2 Kota Malang kini menjadi titik pengaplikasian e-ijazah untuk dua madrasah swasta kecil lain di lingkungan KKM Sukun. Kolaborasi ini bukan hanya demi efisiensi, tapi juga demi memastikan semua madrasah, tanpa kecuali, bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.

1

“Kami ingin bergandengan tangan. Madrasah swasta kecil pun harus merasakan manfaat dari sistem ini. Insya Allah, setelah kegiatan Giat Mat Sama selesai, kita akan duduk bersama untuk merancang teknis pelaksanaan,” tambah Nanang.

Nanang menjelaskan bahwa sistem e-ijazah telah didukung oleh regulasi dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) dan pengawas madrasah. Namun begitu, tantangan terbesarnya adalah pada ketelitian data.

“Begitu masuk ke sistem PDUM (Pangkalan Data Ujian Madrasah), semua data siswa harus benar-benar akurat. Salah satu titik atau huruf saja bisa fatal,” ujarnya.

Karena itu, MIN 2 Kota Malang menerapkan sistem verifikasi berlapis: data dikroscek oleh wali kelas, diverifikasi kembali oleh orang tua, dan baru dicetak di atas kertas biasa sebagai uji coba. Setelah semuanya dinyatakan valid, barulah dicetak di blanko resmi dari Kemenag.

Meski mengadopsi sistem elektronik, madrasah tetap menyediakan ijazah dalam bentuk fisik. Menurut Nanang, langkah ini untuk menjaga dokumen asli tetap aman dan praktis disimpan secara digital.

Baca Juga : Hanya Dapat 4 Murid Baru, MPLS di SDN Sisir 4 Kota Batu Libatkan Seluruh Siswa

“Kalau sewaktu-waktu dibutuhkan file padatnya, ya tinggal buka e-ijazah. Ini seperti sistem di perguruan tinggi. Ada format identitas, transkrip nilai, dan semuanya terdigitalisasi,” jelasnya.

Untuk rapor, MIN 2 Kota Malang juga mulai menerapkan sistem RDM (Rapor Digital Madrasah), meski saat ini masih berupa data digital yang bisa dicetak sendiri oleh orang tua siswa.

Proses pencetakan ijazah dijadwalkan berlangsung mulai Senin, 19 Juli. MIN 2 akan lebih dulu mencetak, disusul dua madrasah lainnya secara bergiliran. Targetnya, seluruh ijazah siswa di bawah naungan KKM Sukun telah tercetak seluruhnya sebelum akhir Juli.

“Kami tidak sekadar mencetak, tapi juga memastikan semua proses berlangsung rapi dan akurat. Semoga langkah kecil ini membawa manfaat besar untuk semua madrasah,” tutup Nanang.


Topik

Pendidikan, MIN 2 Kota Malang, e ijazah, madrasah,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette