Marak Beras Oplosan, Komisi B DPRD Jatim Imbau Masyarakat Lebih Selektif 

17 - Jul - 2025, 07:44

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur (Jatim) Aulia Hany Mustikasari.


JATIMTIMES - Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur (Jatim) Aulia Hany Mustikasari mengimbau masyarakat agar lebih selektif ketika belanja kebutuhan pangan, khususnya dalam membeli beras. Imbauan ini menyusul temuan Kementerian Pertanian (Kementan) terkait maraknya beras oplosan yang beredar di pasaran.

Terdapat setidaknya 212 merek beras oplosan yang tidak memenuhi standar mutu. Aulia meminta masyarakat agar memperhatikan merek-merek yang nantinya diumumkan secara bertahap. "Jika menemukan kejanggalan, segera laporkan untuk ditindaklanjuti. Ini menyangkut perlindungan konsumen dan sangat merugikan masyarakat,” ujar Aulia, Kamis (17/7/2025).

Baca Juga : Marak Beras Oplosan, Komisi B DPRD Jatim Desak Pemprov Gerak Cepat

Politisi Partai Golkar ini juga mengajak masyarakat untuk aktif dalam pengawasan. Bila ditemukan beras kemasan yang mencurigakan, baik dari segi isi, berat, maupun label mutu, masyarakat diminta segera melapor ke pihak berwenang agar bisa segera ditindaklanjuti. “Ini tanggung jawab bersama. Kita harus saling menjaga agar konsumen tidak terus dirugikan oleh praktik kecurangan dalam distribusi pangan,” serunya.

Sejalan dengan itu, sebagai anggota Komisi B yang membidangi sektor ekonomi dan ketahanan pangan, Aulia menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kementan dan Satgas Pangan. Menurutnya, peredaran beras yang tidak sesuai dalam hal berat dan kualitasnya, amat merugikan masyarakat. “Ini adalah bentuk penipuan yang merugikan masyarakat secara ekonomi dan merusak kepercayaan terhadap pelaku usaha pangan,” tegas Aulia.

Ia menyoroti pentingnya pengawasan ketat, terutama di jalur distribusi seperti supermarket, minimarket, hingga toko-toko modern, yang menjadi tempat utama penjualan beras kemasan. “Konsumen harus dilindungi. Jangan sampai praktik oplosan ini terus dibiarkan dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap pasar dalam negeri,” tandasnya.

Baca Juga : Profil King Abdi, Jebolan MasterChef yang Viral Usai Promosikan Miras di Kota Malang 

Aulia juga mendorong Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim agar lebih proaktif dalam memantau peredaran beras kemasan dan menindak oknum pelaku usaha nakal. “Disperindag perlu lebih cepat bergerak untuk menekan peredaran beras oplosan dan mencegah kerugian masyarakat luas,” pungkasnya.


Topik

Pemerintahan, beras oplosan, aulia hany mustikasari, dprd jatim, kementan, kasus beras oplosan,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette