Mengenal Ohn No Khao Swe: Mi Terenak Versi TasteAtlas dari Myanmar
Reporter
Mutmainah J
Editor
Dede Nana
14 - Jul - 2025, 11:24
JATIMTIMES - TasteAtlas merilis daftar hidangan mie terenak di dunia. Diisi oleh negara-negara di Asia, ternyata nomor 1 bukanlah ramen yang selama ini amat tersohor dari Jepang. Pemenangnya justru dari Myanmar.
TasteAtlas merupakan situs asal Kroasia yang kerap merangkum informasi ragam makanan tradisional dari berbagai negara di dunia. Sering kali, TasteAtlas juga mengeluarkan daftar-daftar masakan terbaik.
Baca Juga : Cocok untuk Pencinta Kuliner Pedas, Sensasi Rujak Bu Any di Kota Batu Bikin Nagih
Dari daftar 'Top 100 Noodle Dishes' yang dikeluarkan pada 15 Juni 2025, berbagai hidangan mie khas sebuah negara dipertunjukkan. Posisi 1 rupanya bukan hidangan mie yang populer. Namanya mungkin masih asing di telinga banyak orang.
Mie terenak didunia itu bernama Ohn No Khao Swe. Bagi sebagian orang, nama ini pasti sangatlah asing dan tidak familiar. Lantas apa yang membuat mie yang satu ini istimewa hingga menjadi mie terenak di dunia?
Apa itu Ohn No Khao Swe?
Dilansir dari laman dansartain.com, Ohn No Khao Swe, atau yang sering disebut dengan sup mie kari ayam Myanmar, adalah hidangan yang kaya rasa dan menjadi favorit di kalangan penduduk lokal dan turis di Myanmar.
Dengan cita rasa yang kaya dan tekstur yang memuaskan, Ohn No Khao Swe adalah perwakilan kuliner Myanmar yang menawarkan pengalaman rasa yang memadukan rempah-rempah tradisional dan teknik memasak yang unik.
Ohn No Khao Swe memiliki akar sejarah yang kaya, yang mencerminkan pengaruh berbagai budaya yang telah berinteraksi di Myanmar sepanjang sejarahnya. Hidangan ini diyakini telah berkembang selama masa kolonial, ketika interaksi antara pedagang, penjelajah, dan penduduk lokal membawa berbagai bahan dan teknik memasak ke Myanmar.
Meskipun dianggap sebagai makanan tradisional Myanmar, Ohn No Khao Swe juga menunjukkan pengaruh India Yoktogel , yang terlihat dari penggunaan rempah kari dan teknik memasak yang serupa dengan hidangan kari India.
Bahan-Bahan Ohn No Khao Swe
Ohn No Khao Swe dibuat dengan menggunakan beberapa bahan dasar yang memberikan rasa dan aroma khas. Bahan utamanya adalah:
Mie : Biasanya menggunakan mie beras atau mie telur yang tebal.
Kuah kari : Kuah ini dibuat dari campuran santan, kari ayam yang telah dibumbui, dan seringkali diperkaya dengan kunyit, yang memberi warna kuning khas.
Ayam : Daging ayam adalah protein utama dalam hidangan ini, biasanya direbus atau dimasak dalam kari.
Bawang Goreng : Untuk menambah tekstur dan rasa yang kaya.
Telur Rebus : Sering ditambahkan sebagai topping.
Bumbu dan Rempah : Termasuk bawang putih, bawang bombay, lengkuas, ketumbar, dan cabai, yang semuanya ditumis untuk mengembangkan rasa dasar yang mendalam.
Cara Pembuatan Ohn No Khao Swe
Proses pembuatan Ohn No Khao Swe melibatkan beberapa langkah. Pertama, ayam dimasak hingga matang dan bumbu ditumis hingga harum.Santan kemudian ditambahkan ke dalam tumisan bumbu bersama dengan kaldu ayam untuk membuat kuah yang kaya. Ayam yang telah matang diparut-parut dan dimasukkan kembali ke dalam kuah.
Baca Juga : Malang Fashion Runway 2025: Bukti Kota Malang Gudang Fesyen
Sementara itu, mie direbus dalam udara terpisah dan disajikan dalam mangkuk. Kuah kari yang panas dituangkan ke atas mie, dan hidangan biasanya dihiasi dengan bawang goreng, telur rebus, irisan bawang, dan daun ketumbar.
Ohn No Khao Swe sangat populer di seluruh Myanmar dan bisa ditemukan dari kedai makanan pinggir jalan hingga restoran mewah. Setiap daerah di Myanmar memiliki variasi uniknya sendiri pada resep dasar, beberapa menggunakan lebih banyak kunyit untuk intensitas warna, sementara yang lain mungkin menambahkan lebih banyak cabai untuk kepedasan yang meningkat.
Di beberapa wilayah, Ohn No Khao Swe juga disajikan dengan pelengkap seperti acar sayuran atau chutney untuk menambahkan keasaman yang seimbang dengan kekayaan kuah kari.
Ohn No Khao Swe di Panggung Kuliner Global
Seiring dengan meningkatnya popularitas masakan Asia Tenggara di seluruh dunia, Ohn No Khao Swe telah menemukan jalannya ke menu restoran internasional. Di luar Myanmar, hidangan ini sering diubah untuk memenuhi selera lokal dan ketersediaan bahan, namun tetap mempertahankan esensi dari rasa khas Myanmar.
Ohn No Khao Swe tidak hanya menjadi jendela bagi dunia untuk mengeksplorasi kekayaan kuliner Myanmar tetapi juga menjadi simbol dari bagaimana makanan dapat menjadi jembatan antarbudaya, menghubungkan orang-orang melalui kecintaan bersama terhadap makanan yang baik.
Selain kekayaan rasanya, Ohn No Khao Swe juga menawarkan manfaat kesehatan tertentu, berkat komposisi bahan-bahannya yang beragam. Ayam sebagai sumber protein membantu dalam pembangunan dan perbaikan jaringan tubuh, sementara santan, meskipun tinggi lemak, menyediakan energi dan lemak sehat yang penting untuk fungsi tubuh yang optimal. Kunyit, yang memberikan warna khas pada kuah, dikenal dengan sifat anti-inflamasi dan antioksidannya. Bumbu-bumbu lain seperti lengkuas dan ketumbar tidak hanya menambah rasa tetapi juga memiliki sifat pencernaan dan anti-mikroba.
Namun, penting bagi penggemar Ohn No Khao Swe untuk mempertimbangkan asupan kalori dan kandungan lemak, terutama karena santan dapat meningkatkan kadar kalori hidangan ini. Untuk versi yang lebih sehat, beberapa koki memodifikasi resep dengan mengurangi jumlah santan atau menggantinya dengan versi yang lebih ringan, dan menambahkan lebih banyak sayuran untuk meningkatkan serat dan nutrisi.
Di Myanmar, Ohn No Khao Swe lebih dari sekedar makanan; itu adalah bagian dari perayaan dan tradisi. Hidangan ini sering hadir dalam acara-acara penting dan festival, menandakan momen-momen perayaan dan komunitas.
Misalnya, selama festival air Thingyan, yang menandai Tahun Baru Burma, Ohn No Khao Swe sering disajikan sebagai hidangan utama yang dinikmati oleh keluarga dan teman. Keberadaan hidangan ini dalam berbagai acara sosial dan keagamaan menunjukkan letak yang unik dalam budaya Myanmar sebagai simbol pertemuan dan kesenangan bersama.
Meningkatnya minat global terhadap masakan Asia Tenggara telah membawa Kuliner menjadi perhatian para pecinta kuliner internasional. Myanmar, melalui promosi pariwisata kuliner, berupaya memperkenalkan hidangan tradisional seperti Kuliner ini kepada dunia. Ini tidak hanya membantu mendiversifikasi pengalaman kuliner bagi pengunjung tetapi juga mendukung perekonomian lokal, khususnya sektor restoran dan jasa makanan.
Restoran di Myanmar, baik yang tradisional maupun modern, sering menampilkan Kuliner ini sebagai bagian dari menu mereka, memberikan interpretasi kreatif atau autentik tergantung pada audiens mereka. Bagi turis, menikmati hidangan ini dapat menjadi pintu gerbang untuk menjelajahi lebih jauh kekayaan budaya dan sejarah Myanmar, sementara bagi penduduk lokal, itu memperkuat ikatan dengan warisan mereka.
