Staf Media Presiden Prabowo Tertipu Cinta! Ini Modus Love Scamming yang Harus Diwaspadai

Editor

Redaksi

19 - Jun - 2025, 07:07

Apa Itu Love Scamming? (Unsplash)


JATIMTIMES - Kasus penipuan cinta atau love scamming kembali menjadi sorotan publik setelah menimpa salah satu staf media Presiden Prabowo SubiantoKani Dwi Haryani.

Perempuan yang juga dikenal sebagai mantan jurnalis televisi nasional ini mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah akibat hubungan asmara fiktif di media sosial.

Baca Juga : Lanud Abdulrachman Saleh Siapkan Kompi Produksi Ketahanan Pangan Terintegrasi, Cakup Lima Unit Utama

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan berbasis rekayasa sosial (social engineering) kini semakin canggih dan mampu menjebak siapa saja, termasuk mereka yang cakap dalam dunia digital.

Modus Penipuan Cinta yang Dialami Staf Media Prabowo

Diketahui, Kani menjalin hubungan secara daring dengan seseorang yang mengaku sebagai pilot bernama Febrian. Hubungan ini bermula sejak akhir tahun 2024 melalui platform Instagram.

Namun, belakangan diketahui bahwa pelaku sebenarnya adalah seorang perempuan berinisial MS asal Banten, yang menyamar sebagai pria.

Dengan dalih meminjam uang untuk kebutuhan pendidikan adik, pelaku berhasil membujuk korban untuk mengirimkan sejumlah uang. Total kerugian yang dialami Kani mencapai Rp 48 juta.

Kasus ini terungkap setelah korban menyadari adanya kejanggalan dalam komunikasi mereka dan kemudian melaporkannya kepada pihak berwajib. MS kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian.

Apa Itu Love Scamming?

Menurut penjelasan di laman jatimtimes.com, love scamming atau romance scam adalah jenis penipuan yang dilakukan melalui hubungan asmara palsu di media sosial atau aplikasi kencan.

Pelaku berpura-pura menciptakan ikatan emosional dengan korban, lalu mengeksploitasinya demi keuntungan pribadi, terutama uang.

"Pelaku love scamming biasanya membangun kepercayaan terlebih dahulu, lalu memainkan perasaan korban dengan cerita-cerita menyentuh agar korban bersedia membantu secara finansial," jelas Pakar Keamanan Siber dari CISSReC, Pratama Persadha, dikutip dari Kompas.

Modus ini sangat berbahaya karena menggunakan pendekatan emosional yang sulit dibantah logika, terlebih jika korban merasa sudah memiliki keterikatan dengan pelaku.

Ciri-ciri Love Scamming

Berikut ini beberapa tanda umum love scamming yang perlu diwaspadai:

1. Enggan Bertemu Langsung

Pelaku hanya mau berkomunikasi lewat media sosial atau aplikasi chatting dan selalu menolak ajakan untuk bertemu langsung.

2. Menolak Video Call atau Telepon Suara

Mereka kerap berdalih sibuk, tidak nyaman, atau memiliki koneksi buruk.

3. Terlalu Cepat Menyatakan Cinta

Pelaku biasanya cepat mengungkapkan perasaan dan ingin menjalin hubungan serius dalam waktu singkat.

4. Mengaku Sedang Dalam Situasi Darurat

Alasan seperti sakit, kecelakaan, atau kebutuhan mendesak sering digunakan untuk memancing simpati korban.

5. Meminta Uang atau Investasi

Permintaan uang seringkali dibalut dengan alasan yang menyentuh, seperti untuk keluarga atau peluang bisnis yang menggiurkan.

Baca Juga : Staf Media Presiden Prabowo Tertipu Cinta! Ini Modus Love Scamming yang Harus Diwaspadai

Cara Menghindari Love Scamming

Agar tidak menjadi korban, masyarakat disarankan untuk melakukan langkah-langkah pencegahan berikut:

1. Jaga Privasi di Media Sosial

Hindari membagikan informasi pribadi seperti lokasi, aktivitas, atau kondisi finansial secara terbuka.

2. Verifikasi Identitas

Lakukan pengecekan latar belakang terhadap orang baru yang mencoba mendekat secara intens di dunia maya.

3. Jangan Mudah Tergoda Rayuan

Hati-hati dengan janji-janji manis dari orang yang belum pernah ditemui secara langsung.

4. Tolak Permintaan Uang

Jangan pernah mengirimkan uang, bahkan dalam bentuk pinjaman, kepada orang asing yang baru dikenal secara daring.

5. Diskusikan dengan Orang Terdekat

Minta pendapat keluarga atau teman jika merasa ragu atau tidak yakin terhadap seseorang di internet.

Kasus yang menimpa Kani Dwi Haryani adalah pelajaran penting bahwa penipuan cinta bisa menimpa siapa saja, tak pandang profesi maupun latar belakang.

Meningkatnya aktivitas digital di era sekarang membuat literasi digital dan kewaspadaan terhadap modus kejahatan daring menjadi sangat penting.

Pakar psikologi sosial dari Universitas Indonesia, Dr. Auliya A. Suwantika, menyampaikan, "Manusia cenderung mempercayai afeksi dan kedekatan emosional, itulah yang dimanfaatkan oleh pelaku love scamming.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan risiko interaksi online yang tidak sehat."

Dengan mengenali ciri-cirinya dan mengetahui cara menghindarinya, masyarakat dapat lebih waspada dan tidak mudah terjebak dalam penipuan cinta di dunia digital.


Topik

Peristiwa, penipuan cinta, love scamming, Kani Dwi Haryani, Presiden, Prabowo Subianto, media sosial,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette