Kapan Pemilihan Conclave Dilaksanakan Setelah Paus Fransiskus Dimakamkan? Ini Prediksinya
Reporter
Mutmainah J
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
27 - Apr - 2025, 11:17
JATIMTIMES - Saat ini, Umat Katolik di seluruh dunia sedang menunggu kapan conclave pemilihan paus yang baru akan dilaksanakan.
Meninggalnya Paus Fransiskus pada 21 April 2025 lalu dan pelaksanaan pemakaman yang sudah digelar pada Sabtu (26/4/2025) kemarin menandai berakhirnya sebuah era dalam sejarah Gereja Katolik.
Baca Juga : Kediri dalam Lintasan Sejarah: Dari Airlangga hingga Amangkurat III
Namun, proses ini tidak langsung dimulai setelah wafatnya Paus. Ada tahapan dan aturan ketat yang harus dijalani sebelum Gereja Katolik menentukan pemimpinnya yang baru.
Apa Itu Conclave?
Conclave, atau Konklaf dalam bahasa Indonesia, berasal dari bahasa Latin cum clave yang berarti “dengan kunci”.
Istilah ini merujuk pada praktik pengurungan para kardinal di dalam Kapel Sistina, Vatikan, di bawah pengawasan ketat, untuk memilih Paus baru. Proses ini telah berlangsung selama berabad-abad dan tetap dijaga kerahasiaannya dengan ketat.
Pemilihan Paus baru bukan sekadar memilih pemimpin administratif. Paus adalah pemimpin spiritual bagi lebih dari 1,2 miliar umat Katolik di seluruh dunia dan kepala negara Vatikan.
Tugasnya mencakup memimpin misa besar seperti Natal dan Paskah, memberkati para peziarah, menjalankan hubungan diplomatik, hingga menjaga ajaran dan tradisi Gereja.
Kapan Conclave Dilaksanakan?
Setelah Paus Fransiskus dimakamkan pada 26 April 2025, proses persiapan conclave segera dimulai. Namun, sebelum para kardinal berkumpul, Gereja menjalani masa novemdiales, sembilan hari masa duka resmi dan doa untuk menghormati paus yang telah wafat.
Hanya setelah masa duka ini berakhir, para kardinal yang berhak memilih, yakni mereka yang berusia di bawah 80 tahun, akan dipanggil ke Roma.
Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo mengatakan Conclave kemungkinan paling cepat digelar pada 6 Mei mendatang.
Baca Juga : Pemakaman Selesai, Makam Paus Fransiskus Bisa Dikunjungi Minggu Pagi
Suharyo merupakan kardinal yang memenuhi syarat untuk mengikuti conclave karena berusia di bawah 80 tahun.
"Conclave sendiri baru akan mulai, baru bisa, sesudah 15 hari sesudah berpulangnya Paus. Jadi, paling cepat conclave mulai tanggal 6 Mei," kata dia usai misa Requiem di Gereja Katedral Jakarta, dikutip dari CNN Minggu (27/4/2025).
Conclave dilakukan secara tertutup. Para kardinal akan disumpah kerahasiaan terkait proses ini, diisolasi, dan tak berkomunikasi dengan dunia luar.
Sejumlah nama kardinal digadang-gadang menjadi paus. Mereka di antaranya Kardinal Luis Antonio Tagle dari Filipina, Kardinal Malcolm Ranjith dari Sri Lanka, Kardinal Charles Bo dari Myanmar, Kardinal Robert Sarah dari Guinea, hingga sederet nama kardinal dari negara-negara Eropa.
Namun, para kardinal yang mengikuti conclave punya hak memilih dan dipilih. Selain nama-nama yang sudah beredar tak menutup kemungkinan nama lain justru yang terpilih menjadi paus.
