Selamatkan Pesisir dari Abrasi, Petrokimia Gresik Tanam 1.000 Bibit Mangrove di Mengare
Reporter
Syaifuddin Anam
Editor
Nurlayla Ratri
29 - Jul - 2026, 01:24
JATIMTIMES – Upaya pemulihan ekosistem pesisir yang terancam abrasi terus diperkuat. PT Petrokimia Gresik menanam sekitar 1.000 bibit mangrove secara bertahap di kawasan Pusat Restorasi dan Penanaman Mangrove (PRPM) Mengare, Desa Tanjungwidoro, Kecamatan Bungah.
Penanaman Mangrove digelar bertepatan dengan Hari Mangrove Sedunia 2026 bagian dalam Program Penanaman Mangrove Serentak Seluruh Indonesia yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Baca Juga : 10 Rekomendasi Tumbuhan yang Cocok Ditanam Saat Musim Kemarau, Tahan Panas dan Minim Perawatan
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan rehabilitasi mangrove merupakan langkah nyata menjaga keseimbangan ekosistem pesisir yang memiliki fungsi penting bagi lingkungan maupun masyarakat.
"Pelestarian ekosistem pesisir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari komitmen perusahaan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Setiap program lingkungan kami dirancang memberikan manfaat ekologis sekaligus manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.
Daconi Khotob menyebut, mangrove merupakan benteng alami pesisir karena mampu menahan abrasi, meredam gelombang, menjadi habitat berbagai biota laut, serta menyerap karbon dalam jumlah besar sehingga berkontribusi terhadap pengendalian perubahan iklim.
"Mangrove merupakan benteng alami yang menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Kemampuannya menahan abrasi sekaligus menyerap karbon menjadikannya salah satu solusi alami dalam mendukung mitigasi perubahan iklim," katanya.
Komitmen menjaga kawasan pesisir tersebut juga diwujudkan melalui pengembangan PRPM Mengare dan Ekowisata Mangrove di Desa Sukorejo. Kedua program itu menggabungkan upaya restorasi mangrove dengan pemberdayaan masyarakat agar konservasi pesisir memberikan manfaat ekologis sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Baca Juga : 10 Rekomendasi Tumbuhan yang Cocok Ditanam Saat Musim Kemarau, Tahan Panas dan Minim Perawatan
Melalui penanaman mangrove ini, Petrokimia berharap rehabilitasi kawasan pesisir terus meluas melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sehingga mampu menjaga garis pantai, meningkatkan kualitas lingkungan, serta memperkuat ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim.
"Keberlanjutan bukan sekadar komitmen, tetapi menjadi bagian dari cara Petrokimia Gresik menjalankan bisnis. Kami percaya setiap pohon mangrove yang ditanam akan menjadi warisan berharga bagi lingkungan, masyarakat, dan masa depan Indonesia," pungkasnya.
