JATIMTIMES - Musim kemarau identik dengan curah hujan yang rendah dan suhu udara yang lebih tinggi. Kondisi ini kerap membuat sebagian tanaman mudah layu apabila tidak mendapatkan pasokan air yang cukup. Namun, ada sejumlah jenis tumbuhan yang justru mampu tumbuh optimal di tengah cuaca panas dan kering.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026. BMKG juga menyebut fenomena El Nino diperkirakan masih bertahan hingga awal 2027 sehingga berpotensi membuat musim kemarau lebih kering di sejumlah wilayah. Karena itu, memilih tanaman yang tahan panas menjadi salah satu langkah tepat bagi masyarakat yang ingin tetap berkebun selama musim kemarau.
Berikut rekomendasi tumbuhan yang cocok ditanam saat musim kemarau.
Baca Juga : El Nino Diprediksi Sangat Kuat hingga 2027, BMKG Ungkap Wilayah yang Alami Puncak Kemarau Agustus 2026
1. Lidah Mertua
Lidah mertua (Sansevieria) merupakan tanaman hias yang terkenal tahan terhadap cuaca panas dan kekeringan. Tanaman ini mampu menyimpan cadangan air pada daunnya sehingga tidak memerlukan penyiraman setiap hari. Selain mudah dirawat, lidah mertua juga dikenal membantu meningkatkan kualitas udara di sekitar rumah.
2. Kaktus
Kaktus merupakan tanaman yang berasal dari daerah beriklim kering sehingga sangat tahan terhadap kekurangan air. Tanaman ini hanya membutuhkan penyiraman sesekali dengan media tanam yang memiliki drainase baik agar akar tidak membusuk.
3. Bougenville
Bougenville atau bunga kertas justru menghasilkan bunga lebih lebat saat musim kemarau. Tanaman ini menyukai sinar matahari penuh sehingga cocok dijadikan penghias pagar, halaman, maupun taman rumah.
4. Lavender
Lavender membutuhkan paparan sinar matahari langsung selama beberapa jam setiap hari. Selain memiliki bunga yang indah, aroma lavender juga dikenal dapat membantu mengusir nyamuk secara alami.
5. Rosemary
Rosemary termasuk tanaman herbal yang tahan terhadap cuaca panas dan minim air. Selain dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, tanaman ini juga banyak ditanam sebagai tanaman aromatik.
6. Cabai
Musim kemarau menjadi waktu yang baik untuk menanam cabai karena kelembapan yang lebih rendah dapat mengurangi risiko serangan penyakit akibat jamur. Meski demikian, penyiraman tetap perlu dilakukan secara rutin agar produksi buah tetap optimal.
7. Terong
Terong mampu tumbuh baik pada suhu hangat dengan penyinaran matahari yang cukup. Jika kebutuhan air dan nutrisi terpenuhi, tanaman ini dapat menghasilkan buah dalam jumlah melimpah.
8. Okra
Okra merupakan sayuran yang dikenal tahan terhadap suhu tinggi. Tanaman ini mudah dibudidayakan di wilayah tropis dan tetap mampu berproduksi meski curah hujan rendah.
9. Bunga Matahari
Bunga matahari membutuhkan sinar matahari penuh agar dapat tumbuh dan berbunga secara maksimal. Selain mempercantik taman, bijinya juga memiliki nilai gizi yang baik.
Baca Juga : Kuasa Hukum Petani Ganja Minta Pelaku Dibebaskan-Rehabilitasi
10. Kelor
Kelor termasuk tanaman yang memiliki daya tahan tinggi terhadap kekeringan. Daunnya kaya akan vitamin dan mineral sehingga banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan maupun tanaman obat keluarga.
Tips Merawat Tanaman Saat Musim Kemarau
Agar tanaman tetap sehat selama musim kemarau, lakukan beberapa langkah berikut:
• Siram tanaman pada pagi atau sore hari untuk mengurangi penguapan.
• Gunakan mulsa agar kelembapan tanah tetap terjaga.
• Pilih media tanam yang mampu menyimpan air namun memiliki drainase yang baik.
• Berikan pupuk sesuai kebutuhan tanaman.
• Hindari penyiraman berlebihan yang dapat memicu pembusukan akar.
Dengan memilih tanaman yang tahan panas dan menerapkan perawatan yang tepat, aktivitas berkebun tetap dapat dilakukan selama musim kemarau. Bahkan, beberapa tanaman seperti bougenville, bunga matahari, hingga kaktus justru menunjukkan pertumbuhan terbaik saat mendapatkan paparan sinar matahari yang melimpah.