Sri Wahyuni Pastikan DPRD Jatim Siap Sokong Anggaran untuk Matikan Ruang Gerak Narkoba

18 - Jul - 2026, 08:36

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) Sri Wahyuni.


JATIMTIMES – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) Sri Wahyuni memastikan pihak legislatif siap memberikan dukungan penuh, mulai dari fungsi pengawasan hingga pengalokasian anggaran, guna mempersempit ruang gerak jaringan narkotika.

Komitmen DPRD Jatim ini disuarakan menyusul terbongkarnya penyelundupan sabu seberat 5,4 kilogram asal jaringan Malaysia di Pulau Madura belum lama ini. Pengungkapan kasus ini menjadi bukti bahwa peredaran narkoba di Jatim masih sangat mengkhawatirkan. 

Baca Juga : Cegah Penyebaran LGBT Lewat Regulasi, Ketua Dewan: Jangan Sampai Masyarakat Bertindak Sendiri

Politisi Partai Demokrat ini berharap pengungkapan kasus besar oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat implementasi Peraturan Daerah (Perda) tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

"Jangan sampai Jawa Timur menjadi pasar maupun jalur transit narkoba. Penguatan Perda P4GN harus menjadi komitmen bersama demi melindungi masyarakat dan menyelamatkan masa depan generasi bangsa," tegas Sri Wahyuni, dikonfirmasi Sabtu (18/7/2026).

Sri Wahyuni mengingatkan bahwa ancaman narkoba di Jatim sudah sangat serius. Oleh karena itu, Perda P4GN tidak boleh hanya menjadi regulasi formalitas di atas kertas, melainkan harus diwujudkan lewat kerja sama hulu hingga hilir yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

"Kasus ini menunjukkan bahwa Jawa Timur masih menjadi target jaringan narkotika internasional. Perda P4GN harus diperkuat implementasinya, baik dari sisi pencegahan, edukasi, rehabilitasi, hingga pemberantasan. Tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum," paparnya.

Lebih lanjut, ia mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan sosialisasi bahaya narkotika secara masif, khususnya menyasar kalangan pelajar dan mahasiswa sebagai kelompok usia produktif yang paling rentan. Sinergi ini harus diperkuat bersama BNN, kepolisian, instansi pendidikan, hingga lingkungan keluarga sebagai benteng utama.

"Perang melawan narkoba bukan hanya tugas BNN dan kepolisian. Ini menjadi tanggung jawab bersama. Pencegahan harus diperkuat agar generasi muda kita tidak menjadi korban," pungkas Sri Wahyuni.

Baca Juga : Mindatama Berani Jadi DNA Pendidikan MIN 2 Kota Malang, Karakter Pemimpin Ditanamkan Sejak Dini

Diketahui, BNNP Jatim merilis keberhasilan menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 5,4 kilogram yang diduga dikendalikan oleh jaringan internasional asal Malaysia.

Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNNP Jawa Timur Kombes Muhammad menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti melalui penyelidikan intensif di lapangan.

"Hasil penyelidikan, pada Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 07.45 WIB, tim BNN Provinsi Jawa Timur melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki berinisial ST (45) di sekitar Jalan Raya Telang, Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan," urai Kombes Muhammad dalam konferensi pers, Kamis (16/7/2026).

Dari pengembangan kasus tersebut, petugas kembali mencokok seorang kurir lainnya di Madura. Sementara itu, satu pelaku yang diduga kuat menjadi otak pengendali jaringan hingga kini masih diburu aparat dan berstatus buron.


Topik

Pemerintahan, dprd jatim, sri wahyuni, fraksi demokrat, p4gn,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette