Puncak Musim Kemarau 2026 Diprediksi Terjadi Agustus, BMKG Ungkap Wilayah Paling Terdampak

Reporter

Mutmainah J

29 - May - 2026, 04:07

Ilustrasi kemarau. (Foto: Freepik)


JATIMTIMES - Cuaca panas mulai terasa di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun memprediksi musim kemarau 2026 akan datang lebih dominan di sebagian besar daerah, termasuk Pulau Jawa.

Berdasarkan laporan Prediksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia yang dirilis BMKG, awal musim kemarau di Pulau Jawa diperkirakan mulai berlangsung pada April hingga Mei 2026. Sementara di beberapa wilayah lain di Indonesia, musim kemarau diprediksi datang pada Mei sampai Agustus 2026.

Baca Juga : TKA SMA/SMK 2026 Tambah 50 Mapel Baru, Siswa Kini Bisa Pilih hingga 69 Mata Pelajaran

BMKG menjelaskan, durasi musim kemarau di beberapa wilayah seperti Sumatera bagian tengah dan selatan, Kalimantan timur, hingga sejumlah daerah di Sulawesi diperkirakan cenderung sama atau bahkan lebih pendek dibanding kondisi normal periode 1991–2020.

Berbeda dengan wilayah tersebut, sebagian besar Pulau Jawa diprediksi mengalami musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya. Meski demikian, beberapa daerah di Jawa Timur diperkirakan memiliki durasi kemarau yang sama atau sedikit lebih singkat dibanding kondisi normal.

Puncak Kemarau Diprediksi Terjadi Agustus 2026

BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia akan terjadi pada Agustus 2026. Periode ini diperkirakan mencakup sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia atau sebanyak 429 Zona Musim (ZOM).

Selain Agustus, beberapa wilayah lain diperkirakan mencapai puncak kemarau pada Juli sekitar 12,6 persen wilayah dan September sekitar 14,3 persen wilayah.

Memasuki Agustus, wilayah yang mengalami kondisi kering diperkirakan semakin meluas. Daerah yang berpotensi mengalami puncak kemarau meliputi:

• Sumatera bagian tengah dan selatan

• Jawa Tengah hingga Jawa Timur

• Sebagian besar Kalimantan

• Sebagian besar Sulawesi

• Seluruh Bali dan Nusa Tenggara

• Sebagian wilayah Maluku

• Sebagian Pulau Papua

Sementara itu, pada September 2026, puncak musim kemarau diprediksi masih berlangsung di beberapa wilayah seperti Lampung, sebagian Pulau Jawa, hingga sebagian besar Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tak hanya itu, kondisi kemarau pada September juga diperkirakan terjadi di Sulawesi bagian utara dan timur, sebagian besar Maluku Utara, sebagian Maluku, dan sebagian kecil Papua.

Baca Juga : Final Liga Champions PSG vs Arsenal Tayang Jam Berapa? Cek Jadwal dan Lokasi Pertandingannya

Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering

Dalam laporannya, BMKG menyebut sifat musim kemarau 2026 secara umum diprediksi berada di bawah normal atau lebih kering dibanding biasanya.

Kondisi tersebut diperkirakan mencakup sekitar 64,5 persen wilayah Indonesia atau sebanyak 451 ZOM. Sementara itu, sekitar 35,1 persen wilayah diprediksi mengalami musim kemarau normal dan hanya sebagian kecil wilayah yang berpotensi lebih basah dari biasanya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak musim kemarau panjang, seperti kekeringan, berkurangnya pasokan air bersih, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.


Topik

Lingkungan, puncak musim kemarau, musim kemarau 2026,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette