Menko Pangan Zulhas Stop Impor Sejumlah Komoditas Termasuk Gula di 2025

Reporter

Ashaq Lupito

19 - Dec - 2024, 04:59

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (baris depan, paling kanan) saat melakukan serangkaian agenda peninjauan kesiapan giling tebu 2025 dan apresiasi mitra petani tebu 2024 yang berlangsung di Pabrik Gula Krebet Baru, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang pada Kamis (19/12/2024). (Foto: Ashaq Lupito/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan melakukan serangkaian agenda peninjauan kesiapan giling tebu 2025 dan apresiasi mitra petani tebu 2024, Kamis (19/12/2024). Agenda tersebut berlangsung di Pabrik Gula (PG) Krebet Baru, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

Pada serangkaian peninjauannya, pejabat publik yang karib disapa Zulhas ini menegaskan, di tahun 2025 pemerintah akan menerapkan kebijakan stop impor. Kebijakan tersebut berlaku bagi sejumlah komoditas, termasuk gula.

Baca Juga : Jelang Nataru 2024, Dishub dan BNN Kabupaten Blitar Gelar Pemeriksaan Bus dan Tes Urine di Terminal Kesamben

"Kemarin saya sudah memutuskan, tahun depan tidak impor gula, tidak impor jagung untuk konsumsi. Tidak impor garam, dan tidak impor beras," ungkap Zulhas saat ditemui JatimTIMES usai meninjau ladang tebu di Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Kebijakan stop impor sejumlah komoditas tersebut, disampaikan Zulhas, lantaran melihat antusias para petani untuk menanam tebu, hingga jagung dan padi. "Jadi saya optimis. Coba lihat sekarang, di Malang ini halaman rumah saja ditanami tebu," ujarnya.

Antusias dari para petani itulah, yang diakui Zulhas, nantinya akan disiapkan dengan penjualan hasil panen dari petani dengan harga tinggi. "Jadi rakyat kita itu sebetulnya kan pekerja keras, asal kalau sudah menanam, jangan rugi. Kalau sudah menanam tebu hingga jagung, kemudian panen, dibeli, harganya bagus, (petani) untung," ujarnya.

Sebaliknya, jika harga penjualan hasil panen anjlok, dampaknya akan turut berpengaruh kepada sektor pertanian. Di mana, minat petani untuk menanam akan menurun.

"Tapi kalau panen harganya murah, tentu nggak menanam lagi. Oleh karena itu kebijakan kita tidak impor dulu," tuturnya.

Baca Juga : Polresta Malang Kota Larang Konvoi dan Main Petasan saat Tahun Baru

Sementara itu, dijabarkan Zulhas, di tahun 2024 produksi gula nasional mengalami peningkatan menjadi 2,4 juta ton. Yakni naik 200 ribu ton dari sebelumnya 2,2 juta ton menjadi 2,4 juta ton.

"Tahun depan diperkirakan akan 2,6 juta ton. Tapi saya meyakini bisa sampai 2,7 juta ton," imbuhnya.

Di sisi lain, dijelaskan Zulhas, kebutuhan nasional adalah 3,1 juta ton. Artinya selisihnya ada sekitar 300 ribu ton. "Tapi kita kan masih ada sisa stok. Jadi Insyaallah cukup," pungkasnya.


Topik

Pemerintahan, Zulhas, stop impor, gula, Malang,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette