Raja Salman Infeksi Paru-paru di Usia 88 Tahun, Ini Gejala Awalnya
Reporter
Mutmainah J
Editor
Dede Nana
07 - Oct - 2024, 02:16
JATIMTIMES - Raja Arab Saudi Salman mengalami infeksi paru-paru dan menjalani tes medis pada Minggu (6/10/2024) malam, kata Pengadilan Kerajaan dalam pembaruan terbaru tentang kesehatan raja yang menua itu.
"Raja Salman menjalani beberapa tes medis Minggu malam (waktu setempat), ...berdasarkan rekomendasi dari klinik kerajaan, karena infeksi paru-paru," kata pernyataan yang dimuat oleh Saudi Press Agency (SPA) seperti juga dikutip dari AFP Senin (7/10/2024).
Baca Juga : Melihat Gejala Kanker Usus Besar yang Kini Menyerang Anak Muda
Pernyataan itu tidak menjelaskan secara rinci terkait kondisi raja berusia 88 tahun tersebut maupun jenis pemeriksaan yang dijalaninya.
Sebelumnya, Raja Salman juga pernah menjalani pemeriksaan terkait radang paru-paru pada Mei lalu. Saat itu, tak ada penjelasan mengenai perkembangan kondisinya.
Berdasarkan laporan media Saudi, Raja Salman terakhir memimpin rapat kabinet pada Agustus. Itu bersamaan dengan 2 pekan setelah Raja Salman mengeluarkan dekrit yang mengizinkan kabinet bersidang tanpa kehadiran raja, putra mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), maupun keduanya.
Gejala Awal Infeksi Paru-paru
Belajar dari kasus Raja Salman yang mengalami infeksi paru-paru di usia lanjut, penting sekali untuk mengetahui gejala awal infeksi paru-paru sebelum terlambat.
Dilansir dari laman Alodokter yang ditinjau oleh dr. Airindya Bella, gejala infeksi paru-paru mirip dengan gejala penyakit lainnya, seperti flu atau asma. Meski begitu, ada beberapa gejala umum yang disebabkan oleh infeksi paru-paru, yaitu:
1. Batuk
Infeksi paru-paru dapat ditandai dengan batuk berdahak. Dahak yang dihasilkan biasanya bertekstur kental dan berwarna putih, kuning, hijau, bahkan cokelat yang berarti mengandung darah. Batuk berdahak yang dipicu oleh infeksi paru-paru dapat berlangsung lama, bahkan sampai berminggu-minggu.
2. Demam
Seseorang yang terkena infeksi paru-paru bisa mengalami demam tinggi dengan suhu tubuh mencapai 39° C. Demam tinggi ini bisa menyebabkan penderitanya menggigil, berkeringat, sakit kepala, dan dehidrasi.
Jika Anda mengalami demam dengan suhu lebih dari 39° C dan tidak kunjung membaik setelah 3 hari, lebih baik segera berobat ke dokter agar diketahui penyebabnya dan diobati dengan tepat.
3. Sesak napas
Infeksi paru-paru bisa membuat penderitanya mengalami sesak napas. Pasalnya, kondisi ini dapat memicu peradangan di saluran pernapasan, yang kemudian memicu penyempitan saluran napas dan produksi lendir berlebihan.
Efeknya, pasokan oksigen dalam darah menjadi rendah sehingga penderitanya rentan mengalami sesak napas. Meski disebabkan oleh infeksi paru-paru, sesak napas juga bisa dipicu oleh penyakit lainnya, seperti asma atau penyakit jantung. Bedanya kedua penyakit ini tidak disertai demam.
4. Nyeri dada yang menusuk
Penderita infeksi paru-paru umumnya mengalami nyeri dada yang tajam atau menusuk. Rasa nyeri yang muncul biasanya terasa lebih menyakitkan ketika sedang batuk atau menarik napas dalam. Rasa nyeri juga bisa menjalar hingga ke area punggung.
5. Kelelahan
Baca Juga : Abdullah bin Ubay, Kisahnya Jadi Salah Satu Penyebab Turunnya Ayat Surat Al Munafiqun
Gejala infeksi paru-paru juga dapat ditandai dengan kelelahan meski penderitanya sudah istirahat dan tidur yang cukup. Rasa lelah yang muncul ini dapat terjadi karena tubuh sedang melawan infeksi.
6. Nyeri otot
Infeksi paru-paru dapat menimbulkan gejala nyeri otot atau myalgia. Selain disebabkan oleh infeksi, myalgia juga bisa dipicu oleh hal lain seperti cedera, gangguan saraf dan otot, atau penyakit autoimun.
7. Mengi
Mengi atau napas berbunyi seperti bersiul juga dapat menjadi gejala dari infeksi paru-paru. Kondisi ini dapat terjadi karena adanya peradangan dan penyempitan saluran napas yang dipicu oleh infeksi.
8. Hidung meler
Infeksi paru-paru juga bisa menyebabkan penderitanya mengalami hidung meler karena produksi lendir yang berlebihan di saluran pernapasan. Selain itu, kondisi ini juga disertai keluhan bersin-bersin.
9. Kulit atau bibir membiru
Saat terkena infeksi paru-paru, kulit atau bibir bisa tampak membiru. Kondisi yang disebut sianosis ini terjadi karena kurangnya pasokan oksigen dalam darah.
10. Nafsu makan hilang atau menurun
Infeksi paru-paru bisa membuat penderitanya mengalami penurunan nafsu makan. Kondisi ini perlu segera diatasi, karena bila dibiarkan dapat menyebabkan penderitanya mengalami penurunan berat badan atau bahkan malnutrisi.
