Lawatan Rektor Unisma ke 2 Negara Berlanjut, Kerjasama Internasional Semakin Diperkuat

Editor

Dede Nana

25 - Apr - 2024, 01:38

Rektor Unisma, Prof Dr Maskuri MSi bersama rombongan APAISI melakukan kunjungan studi internasional di Malaysia dan Thailand (ist)


JATIMTIMES - Lawatan Rektor Universitas Islam Malang (Unisma), Prof Dr Maskuri MSi di dua negara, yakni Malaysia dan Thailand diisi dengan berbagai kegiatan strategis. Gebrakan akademis dengan menjalin kerjasama dengan kampus kelas dunia di Malaysia dan Thailand, menjadi langkah konkrit dalam upaya menguatkan International Mobility dan pengabdian masyarakat.

Dalam kunjungan internasional itu, Prof Maskuri yang juga merupakan Ketua Umum Asosiasi Pascasarjana Islam Swasta se-Indonesia (APAISI), memimpin rombongan pimpinan Pascasarjana dan pimpinan dari beberapa perguruan tinggi. Kegiatan strategis ini berlangsung mulai tanggal 22-25 April 2024 dan diikuti oleh 10 Pascasarjana dari beberapa kampus, termasuk Pascasarjana Unisma Malang.

Baca Juga : Rektor Unisma Pimpin Rombongan APAISI Lakukan Kunjungan Studi Internasional 

 

"Tujuannya (kunjungan) ini adalah melakukan lompatan kuantum, menguatkan international mobility dan pengabdian masyarakat, baik itu bagi Unisma dan juga kampus lainnya," jelasnya.

1

Dengan penguatan Program international Mobility, lanjut Maskuri, dilakukan dalam upaya mewujudkan kampus Unisma dan kampus lainnya agar dapat masuk ke ranah World Class University (WCU).

Sejumlah agenda pertemuan dan tempat penting dikunjungi oleh rombongan, mulai dari Ministry of Higher Education of Malaysia, Kedutaan Besar Republik Indonesia, Pesantren Malaysia, Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM), Universitas Rajamanggala, dan Thai Global Business Administrastion Technological College.

Prof Dr Ahmad Sunawari Long, Dekan Fakulti Pegajian Islam UKM, melakukan diskusi bersama rombongan. Disitu ia menyampaikan, bahwa kerjasama tentunya harus ditindaklanjuti dengan kongkrit. Mulai dari lingkup kecil antar dosen, dimana aplikasinya adalah pengajaran, penulisan buku, artikel jurnal dan seminar internasional. 

Selain itu, dalam topik diskusi juga disoroti perlu adanya strategi kerjasama. Dalam hal ini, dijelaskan Prof Sunawari bahwa dapat melakukan aksi terlebih dahulu sebelum nantinya secara legal formalitas melakukan Memorandum of Understanding (MoU).

 "tindak lanjut MoU pendidikan dengan Universitas Kebangsaan Malaysia tak harus tanda tangan, tapi program dulu jalan," katanya.

Lebih lanjut, pihaknya meminta Prof M Mas'ud Said dari Unisma dengan kepakarannya menjadi reviewer dan penguji eksternal di fakultasnya. Hal ini menurutnya menjadi salah satu bukti dari tindak lanjut adanya kerjasama. Begitupun sebaliknya juga mendapat sambutan positif dari Prof M. Mas'ud Said. Ia langsung menjadikan salah satu dosen senior untuk menjadi reviewer Jurnal ilmiah. 

Baca Juga : Aturan Lengkap Sebelum dan Saat UTBK-SNBT 2024 Berlangsung Versi Kemendikbud 

 

Untuk diketahui, bahwa Pascasarjana Unisma sendiri sudah dua tahun berkolaborasi dengan UKM Malaysia. 

Senada dengan UKM Asst Prof Dr Saichol Chudjuarjeen, Vice President of Rajamangala University of Technology Krungthep (RMUTK), dan Prof Dr Yaoping Liu, Director of Institute of Science Innovation and Culture, RMUTK, Bangkok, Thailand juga menyambut hangat dan melanjutkan kerjasama dengan Unisma Malang yang diikuti oleh anggota APAISI.

Hal ini juga menunjukkan peran dari Rektor Unisma sebagai the troong leader University dengan menjadi ketua diberbagai organisasi strategis pendidikan tinggi nasional.

Sementara itu, dalam kunjungan internasional ini berlanjut ke tempat maupun tokoh penting lainnya, yakni Dr Prattana Srisuk Director of Thai Global Business Administration Technology College, Thailand. 

Dalam pertemuan itu, keedua pemimpin kampus ini berkomitmen untuk saling menguatkan program kerjasama Asean dan dalam waktu dekat ditindaklanjuti melalui action collaboration secara konkrit.


Topik

Pendidikan, unisma,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette