Dua Kursi Pejabat Eselon II Belum Terisi di Pemkot Blitar
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Nurlayla Ratri
23 - Mar - 2024, 04:03
JATIMTIMES- Pemerintah Kota Blitar tengah menghadapi dinamika yang kompleks dalam pengisian jabatan eselon II atau kepala dinas di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) setempat. Saat ini, dari semua jabatan eselon II, ada dua yang masih mengalami kekosongan.
Posisi kosong itu yakni kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Blitar serta Staf Ahli Wali Kota Blitar Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan.
Baca Juga : Sidang Lanjutan, Kuasa Hukum PAN Sebut PPK Lakukan Pelanggaran Administrasi Pemilu
"Saat ini, masih ada dua jabatan kosong setingkat eselon II di Pemkot Blitar, yaitu di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta staf ahli wali kota,” jelas Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Blitar, Kusno, Jumat (22/3/2024).
Hal ini mencerminkan tantangan yang dihadapi dalam menjaga kontinuitas dan stabilitas organisasi.
Sebelumnya, terdapat enam jabatan eselon II yang kosong di lingkungan Pemkot Blitar, yang diisi oleh pelaksana tugas (Plt). Namun, dengan adanya pergeseran dan mutasi pegawai pada Kamis (21/3/2024), sejumlah jabatan tersebut telah berhasil diisi.
"Kami sudah melakukan pergeseran dan mutasi pegawai untuk mengisi kekosongan sejumlah jabatan tersebut. Dan kemarin sudah dilakukan pelantikan jabatan oleh wali kota," ungkap Kusno.
Setelah proses mutasi, beberapa jabatan strategis di Pemerintah Kota Blitar kini telah terisi oleh para pejabat yang baru. Salah satunya adalah jabatan kepala Dinas Pendidikan Kota yang sebelumnya kosong, kini diemban oleh Dindin Alinurdin, yang sebelumnya bertugas sebagai sekretaris DPUPR.
Selain itu, Dewi Masitoh telah resmi menjabat sebagai kepala DKPP setelah sebelumnya menjabat sebagai staf ahli wali kota.
Sementara itu, jabatan staf ahli wali kota kini mengalami kekosongan. Ronny Yoza Pasalbessy juga telah dilantik sebagai kepala Satpol PP Kota Blitar setelah sebelumnya menjalankan tugas ganda sebagai sekretaris dan Plt kepala Satpol PP. Dengan demikian, struktur kepemimpinan di Pemerintah Kota Blitar kembali lengkap dengan kehadiran para pejabat yang baru ini.
Namun, proses pengisian jabatan eselon II tidaklah mudah. Meskipun telah melalui prosedur seleksi terbuka dan pembentukan pansel yang mendapat rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), masih ada dua jabatan yang kosong saat ini.
Baca Juga : Doa Puasa Hari Ke-12, Agar Diberi Ketaatan dan Ditutupi Semua Keburukan Diri
Untuk dua jabatan eselon II yang masih kosong, untuk sementara ditunjuk pelaksana tugas. Proses pengisian jabatan ini diperkirakan akan memakan waktu, terutama karena kaitannya dengan prosedur yang terkait dengan Pemilihan Umum.
Kusno mengaku pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut terkait pengisian dua jabatan kosong tersebut. "Mungkin nantinya ada prosedur tertentu yang memakan waktu agak lama. Mudah-mudahan bisa terealisasi tahun ini," ungkapnya dengan penuh harap.
Dalam konteks dinamika politik dan administrasi yang terus berubah, pengisian jabatan eselon II menjadi sebuah proses yang tidak hanya menantang tetapi juga memerlukan kehati-hatian dan ketelitian.Stabilitas dan kinerja pemerintahan lokal sangat bergantung pada keberhasilan pengisian jabatan-jabatan kunci ini.
Dengan begitu, Pemerintah Kota Blitar berkomitmen untuk melaksanakan proses pengisian jabatan dengan baik dan segera. Harapan tetap tersemat untuk melihat jabatan eselon II diisi dengan figur yang kompeten dan mampu membawa perubahan yang positif bagi masyarakat Kota Blitar. Semua pihak berharap agar proses ini dapat berjalan lancar dan efisien, sehingga roda pemerintahan dapat terus berputar untuk kepentingan bersama.
