Halaqah Fikih Peradaban II di Situbondo, Ketua Umum PBNU: Ulama Harus Ikut Cari Solusi Problem yang Ada

06 - Oct - 2023, 01:52

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) KH Yahya Cholil Staquf bersama KHR Achmad Azaim Ibrahimy saat membuka Halaqah Fikih Peradaban II di Auditorium Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo. (Humas PBNU untuk JatimTIMES)


JATIMTIMES - Banyaknya permasalahan dan konflik yang muncul akhir-akhir ini, baik skala nasional maupun internasional, membutuhkan solusi yang konkret dari berbagai pihak. Tidak terkecuali dari tokoh agama dan para ulama di Nusantara. 

Berangkat dari keresahan tersebut, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dalam acara Kick Off Halaqah Fikih Peradaban II di auditorium Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo, mengajak seluruh tokoh agama dan para ulama dari lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) agar merasa terpanggil mencari solusi adanya konflik yang kerap muncul di tengah masyarakat. Juga mencari jalan keluar dari persoalan yang bisa meruntuhkan fondasi peradaban.

Baca Juga : Butuh Dana Acara? Intip 5 Cara Jitu Usda untuk Mahasiswa

 

"Umat Islam harus dewasa dalam menghadapi masalah besar yang sangat mendasar akarnya dan berpotensi mengancam keselamatan seluruh dunia," ujar jetum PBNU yang akrab disapa Gus Yahya itu. 

Gus Yahya mengakui bahwa agenda Halaqah Fikih Peradaban II berangkat dari kegelisahan atas munculnya sejumlah isu dan konflik nasional bahkan internasional yang tengah melanda umat manusia saat ini. "Bahkan juga berpotensi menciptakan kerusakan besar-besaran sehingga bisa meruntuhkan segala peradaban dunia. Konflik yang terjadi di tempat terpencil pun dampaknya dapat menyebar ke seluruh dunia," imbuhnya.

Selain itu, Gus Yahya  menekankan yang akan dibahas dan didalami dalam Halaqah Fikih Peradaban II bukan sekadar problematika membahas hukum-hukum yang sudah ada, tapi lebih kepada masalah yang akan terjadi.

"Oleh karenanya yang kita butuhkan bukan sekadar fikih yang hanya menetapkan hukum-hukum terhadap sejumlah waqi'iyah yang ada saja. Bukan sekadar satu kesimpulan yang bersifat reaksioner terhadap yang telah atau sedang terjadi. Tetapi kita butuh fikih peradaban yang dapat mencari jalan keluar dari segala kekacauan yang terjadi," kata Gus Yahya. 

Baca Juga : Sebut Mungkar, Pria Ini Ngamuk Melarang Jamaah Main Rebana di Dalam Masjid

 

Oleh karena itu, Gus Yahya meminta perhatian dari para ulama, khususnya ulama Nahdliyin  untuk tidak menutup mata atas segala konflik yang ada dan tengah melanda saat ini. "Maka kami adakan serial halaqah ini untuk memastikan agar ulama-ulama kita tahu. Ikut memikirkan dan mencari solusi atas banyaknya problem yang terjadi saat ini sehingga Islam harus hadir dalam menyelesaikan persoalan di dunia ini," pungkasnya. 


Topik

Peristiwa, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette