Bawaslu Butuh Seminggu Buat Ambil Sikap Soal Ganjar Pranowo Jadi Model Video Azan
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Nurlayla Ratri
10 - Sep - 2023, 06:02
JATIMTIMES - Baru-baru ini media sosial tengah dihebohkan dengan munculnya bakal calon presiden (bacapres) dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo di video azan Maghrib, salah satu stasiun televisi Indonesia.
Menanggapi hal itu, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia Rahmat Bagja mengatakan akan mengkaji soal berita viral tersebut.
Baca Juga : Sesi Kedua KTT G20 di India, Jokowi Ajak Hentikan Perang
Bagja mengaku pihaknya sedang mengkaji unsur politik dalam tayangan azan tersebut. Namun, ia enggan berkomentar lebih jauh soal dugaan kampanye salah satu bacapres dalam video azan tersebut.
Ia menegaskan bahwa Bawaslu akan mengkaji dan mengungkapkan temuannya ke publik. "Minggu depan akan kami sampaikan hasilnya," tegas dia, dikutip Kompascom, Minggu (10/9/2023).
Atas tayangan azan tersebut, Bagja juga berharap hal ini menjadi perhatian bagi orang-orang yang terlibat dalam pemilu maupun lembaga penyiaran publik. "Kami harapkan semua peserta pemilu dan lembaga penyiaran TV berhati-hati," lanjutnya.
Di sisi lain, Sekretariat Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto mengklaim tayangan azan yang memunculkan Ganjar Pranowo bukan politik identitas.
"Bukan (politik identitas). Pak Ganjar Pranowo ini sosok yang religius. Religiusitasnya tidak dibuat-buat. Istrinya, Bu Siti Atikoh juga dari kalangan pesantren," kata Hasto.
Dia mengklaim jika tayangan tersebut dapat menjadikan Ganjar sebagai teladan bagi sesama umat beragama Islam. Hasto menegaskan jika tayangan azan tersebut adalah sesuatu yang ilmiah bagi Ganjar.
Baca Juga : Viral, Balita Diajak Mendaki Gunung Kerinci oleh Ortunya, Jalur Penuh Jurang dan Cuaca Ekstrem
"(Sedangkan) kalau politik identitas itu kan politik yang tidak mencerdaskan kehidupan berbangsa dan politik yang miskin prestasi," tandas Hasto.
Sekedar informasi, saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum membuka masa kampanye. Berdasarkan tahapan pemilu 2024, pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden baru akan berlangsung pada 19 Oktober-25 November 2023.
Sedangkan masa kampanye berlangsung pada 28 November 2023-10 Februari 2024. Namun di berbagai daerah wajah bacapres banyak muncul dalam bentuk poster, spanduk, ataupun baliho yang dipasang di tempat-tempat publik. Kondisi ini kata Bagja bukan ajang kampanye.
"Poster masih dalam tahap sosialisasi. Namun jika ada yang sudah mengajak, kami akan turunkan," pungkas Bagja.
