Desa Tulungrejo Bersiap Jadi Sentra Pertanian Tembakau, Ini Pembekalan yang Diberikan Dispertapa Pemkab Blitar

Reporter

Aunur Rofiq

07 - Jul - 2021, 11:11

Petani di Desa Tulungrejo mendapat pembekalan dari Dispertapa dan Balittas.(Foto : Dispertapa Kab Blitar for BlitarTIMES)


BLITARTIMES - Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kabupaten Blitar terus fokus dengan pilot project pertanian tembakau di wilayah Blitar selatan. Setelah turun memberikan pendampingan di Kecamatan Kademangan dan Kecamatan Bakung, Dispertapa kembali turun melaksanakan kegiatan serupa di Desa Tulungrejo, Kecamatan Wates, Rabu (7/7/2021).

Dalam kegiatan pendampingan ini, Dispertapa Kabupaten Blitar bersinergi dengan Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) Malang. Kegiatan yang dilakukan meliputi sesi materi dan praktik langsung di lapangan. Adapun materi yang diberikan meliputi pengamatan dan diskusi di lahan, pemilahan lahan berbasis kesehatan tanaman dan konservasi lahan sesuai dengan syarat tumbuh tanaman dan pengolahan tanah, teknis konservasi lahan, pengaturan drainase dan pengaturan jarak tanam.

Baca Juga : Kritik soal Bansos Tunai di Tengah PPKM Darurat, Dinilai Bisa Jadi Celah Korupsi

 

“Materi kita di pendampingan kali ini masih seputar perencanaan tanam dan pemilahan lahan. Petani di Tulungrejo juga kami ajak bertani ramah lingkungan untuk ikut andil melestarikan alam,” kata Kepala Seksi (Kasi) Penyuluhan Dispertapa Kabupaten Blitar, Anita Arif Rahayu.

Anita menambahkan, dengan kegiatan pendampingan perencanaan tanam dan pemulihan lahan, diharapkan nanti tembakau yang ditanam petani di Kecamatan Wates saat panen hasilnya bisa baik. Petani di Desa Tulungrejo baru pertama kalinya menanam tanaman tembakau.

“Ini baru pertama kalinya petani di Wates menanam tembakau. Mereka kami arahkan untuk menanam tembakau jenis Bojonegoro 1. Semoga nanti hasil panennya bagus sesuai dengan yang dikehendaki pasar,” tukasnya.

Desa Tulungrejo di Kecamatan Wates memiliki karakteristik tanah kering berbatu. Dalam kesempatan ini, Dispertapa bersama-sama dengan Balittas Malang memberikan arahan untuk pola tanam tembakau kepada para petani.

“Kami berikan arahan untuk menanam tembakau sesuai dengan karakteristik tanah di desa mereka. Kita berikan arahan mulai dari pola tanam, pemupukan hingga pengaturan drainasenya,” imbuhnya.

Di kesempatan sebelumnya, Anita menyampaikan, Dispertapa juga memberikan sejumlah bantuan kepada petani di Kecamatan Wates. Beberapa bantuan yang diberikan diantaranya pupuk dan bibit tembakau.

Baca Juga : Pertama di Indonesia, Kabupaten Blitar Launching Ambulance Adminduk, Siap Datangi Rumah-rumah Warga

 

“Untuk petani di Wates ini mereka kita berikan pendampingan karena belum pernah menanam tembakau. Dan Wates ini kita jadikan sebagai tonggak untuk penembangan areal di wilayah Blitar selatan untuk tanaman tembakau,” ungkapnya.

Anita menambahkan, karena baru pertama kali menanam, pendampingan kepada petani di Kecamatan Wates akan diberikan mulai dari masa tanam hingga pemasaran. Selain Wates, pendampingan juga diberikan Dispertapa kepada petani di Kecamatan Kademangan dan Bakung. Dua daerah itu yakni Kademangan dan Bakung, juga baru pertama kali menanam tanaman tembakau.

“Untuk Wates, varietas yang ditanam adalah varietas Bojonegoro 1. Karena kemarin kita dapat link dari PT Djarum, mereka minta yang ditanam adalah Bojonegoro 1. Semoga saja grade Bojonegoro 1 yang ditanam di Wates bisa masuk di PT Djarum,” pungkasnya. (Adv/Kmf)


Topik

Pemerintahan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette