Pihak Supplier Bantah Tuduhan Bos The Nine House soal Monopoli Harga
Reporter
Tubagus Achmad
Editor
Yunan Helmy
26 - Jun - 2021, 05:19
MALANGTIMES - Fakta baru bermunculan dalam rentetan peristiwa dugaan penganiayaan karyawan bagian purchasing bernama Mia Trisanti (38) oleh Jefrie Permana (36) selaku pemilik The Nine Club and Nine House Alfresco.
Terbaru, tuduhan Jefrie bahwa Mia telah melakukan monopoli harga bahan baku dengan pihak supplier CV Dewa Jaya Artha membuat pihak Dewa Jaya angkat bicara.
Baca Juga : Polres Bondowoso Ungkap 8 Kasus Narkotika, Amankan 8 Tersangka
Komisaris CV Dewa Jaya Artha Vira Hayu Wulandari (38) menegaskan bahwa yang dituduhkan Jefrie tersebut tidak benar. Malah pihak The Nine House masih memiliki utang kepada CV Dewa Jaya Artha.
"Selama perjalanan sampai saya kirim orderan itu, memang banyak barang yang sudah dipindah ke supplier lain. Kalau saya mau memonopoli, nggak ada dong supplier lain. Kalau untuk masalah harga, nggak ada permainan harga saya dengan Mbak Mia. Semua harga keputusan di saya," ungkaonya, Jumat (25/6/2021).
Kemudian, jika tuduhan monopoli harga bahan baku ditujukan kepada CV Dewa Jaya Artha dengan Mia, Vira pun mengatakan seharusnya sejak awal dalam invoice yang keluar, bahan baku yang dikirimkan jumlahnya sama.
"Kalau memang memonopoli, seharusnya dari awal yang pesan item nggak ada yang berkurang dong. Dari 48 item bahkan lebih, itu makin ke sininya saya kirim cuma ada beberapa item, nggak ada 24. Kan berkurang. Jadi, yang monopoli di mana gitu loh," ucapnya.
"Jadi nggak ada monopoli. Kalau memonopoli, invoice pertama sampai invoice ke-42 harusnya sama dong item-item yang dipesan," imbuh Vira.
Vira juga mengakui kesalahan salah satu admin CV Dewa Jaya Artha yang sempat keliru menuliskan salah satu invoice ayam denga selisih harga Rp 50 ribu. Namun, kekeliruan pengetikan tersebut terjadi hanya sekali.
"Jadi ada di invoice 12 dan 13. Itu admin saya keliru nulis. Harusnya ayam itu Rp 37 ribu ditulis Rp 87 ribu. Di invoice selanjutnya ya tetap Rp 37 ribu. Kalau memang saya menaikkan dan nurunkan, harga saya nggak nurunin lagi. Iya (kesalahan hanya sekali, red)," ungkapnya.
Namun dari peristiwa komplainnya Jefrie terkait satu invoice tersebut, pihaknya dapat memetik hikmah. Pasalnya, pihak CV Dewa Jaya Artha langsung melakukan audit di kantornya dan menemukan beberapa kejanggalan.
"Ternyata ada item salmon yang saya kirim. Harusnya dikalikan 30 kilo. Cuma sama admin saya dikalikan hanya 10 kilo. Jadi, kalau di-kurs-kan, bukan Nine yang rugi...