Soal Warga Terdampak Banjir, Sutiaji: Kami Carikan Solusi Segera
Reporter
Arifina Cahyati Firdausi
Editor
Yunan Helmy
06 - Jan - 2021, 10:51
Banjir yang terjadi di beberapa titik kawasan Kota Malang kemarin (Selasa, 5/1/2021) cukup berdampak bagi sebagian warga. Rumah mereka ternyata turut tergenang hingga menjadikan barang yang dimiliki basah dan rusak.
Seperti yang terlihat di sekitar Jl Letjen Sutoyo, seorang warga tengah menjemur barang-barang yang terkena banjir. Kursi, meja, dan barang lainnya juga dibersihkan.
Baca Juga : e-Parking Buat Jukir di Kota Malang Bergaji Setara UMK
Hikmatus, pemilik rumah, mengungkapkan, akibat banjir yang terjadi Selasa, beberapa barang elektronik dan kebutuhan rumah tangga mengalami kerusakan. Antara lain kulkas, mesin cuci, hingga kompor.
"Kulkas, mesin cuci, kompor dan barang di dapur itu basah semua. Kami pas kemarin itu yang penting mengungsikan anak-anak ke lantai atas," ungkapnya saat ditemui, Rabu (6/1/2021).
Menurut Ima (sapaan akrab Hikmatus), kejadian banjir yang dialami ini sudah kali keempat. Genangan air yang muncul kemarin diceritakan mulai datang sejak pukul 15.30 namun bergerak cukup cepat. Namun, banjir juga dikatakannya cepat surut.
"Nggak sempat ngasi hadangan, airnya cepat. Ini sudah empat kali. Yang paling parah kemarin (Selasa). Di belakang malah sampai ada se-dada orang dewasa. Tapi, nggak lama, sekitar pukul 16.00 apa 16.30 sudah surut," jelasnya.
Menyikapi kondisi dari warga terdampak, Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan segera mencarikan solusi. Salah satunya akan berkoordinasi dengan instansi terkait, yakni Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang. "Saya nanti akan koordinasi dengan Dinas Sosial seperti apa solusinya. Kami akan catat dulu kerugiannya," ucapnya.
Baca Juga : Luncurkan e-Parking, Harapan Wali Kota Malang Pendapatan Parkir Meningkat
Menurut Sutiaji, pemberian bantuan bagi warga terdampak banjir tersebut masih perlu adanya kajian hukum. Meski, nanti dimungkinkan akan masuk pada anggaran BTT (belanja tidak terduga).
"Nanti kami pelajari hukumnya dulu. Jangan sampai kami memberikan tapi kena risiko hukum. Kalau anggarannya ada, di BTT ada. Tapi semacam apa penyaluran dan yang lainnya itu akan kami pelajari lagi. Tetap kami akan carikan solusi karena ini musibah," tandasnya.
Sebagai informasi, kawasan Jl Letjen Sutoyo menjadi salah satu titik yang terdampak banjir yang berlansung selama kurang lebih 2,5 jam kemarin sore. Dalam hal ini Pemkot Malang juga telah melakukan pembersihan dan pembongkaran di beberapa titik banjir untuk memperbaiki saluran air agak tidak tersumbat sehingga banjir akan bisa diminimalisasi.
