Cegah Penularan Covid-19, Bupati Tulungagung Keluarkan SE Penutupan Tempat Wisata
Reporter
Joko Pramono
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
18 - Dec - 2020, 11:30
Penyebaran Covid-19 kian mengganas. Buktinya setiap hari jumlah pasien yang tekonfirmasi virus asal China itu terus bertambah secara signifikan. Dari data per Kamis (17/12/20) ada peningkatan hingga 29 orang, sehingga jumlah total pasien Covid-19 mendekati angka 900 orang.
Untuk meminimalilir penyebaran Covid-19 ini, Bupati Tulungagung mengeluarkan surat edaran (SE) tentang penutupan seluruh tempat pariwisata di Tulungagung.
Baca Juga : Aturan Baru, Resepsi di Kota Malang Boleh Hadirkan 50 Orang
“Kami akan menutup sementara tempat-tempat pariwisata, seperti di Pantai Gemah, Sina Popoh,” ujar Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, Jum’at (18/12/20).
SE itu sudah ditandatangani oleh Bupati Tulungagung dan akan diedarkan ke sejumlah tempat wisata.
Dalam SE tertanggal 18 Desember 2020 itu tertulis untuk pengelola tempat wisata, baik alam maupun buatan untuk menutup tempat wisatanya mulai Sabtu (19/12/20) besok. Penutupan dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Meski begitu, Maryoto mengisyaratkan tempat wisata akan kembali dibuka jika penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tulungagung sudah menururn atau terkendali.
“Ini dimaksudkan memutus penyebaran Covid-19, mencegah kerumunan,” katanya.
Selain penutupan tempat wisata, pihaknya juga meniadakan pesta tahun baru yang jamak dilakukan saat perayaan malam pergantian tahun.
Masyarakat Tulungagung diminta menggantinya dengan hal yang lebih positif, seperti mengadakan istighosah di lingkup keluarga dan berdoa agar pandemi ini segera berlalu dari kota marmer.
Senada, Polres Tulungagung melalui Wakapolres, Kompol Yoghi Hadisetiawan juga mengimbau agar masyarakat menghabiskan malam tahun baru dengan keluarga di rumah saja.
“Jika melekan masih dalam lingkup keluarga, seperti di halaman rumah masih kita izinkan, ” ujarnya.
Berbeda jika melekan dilakukan di suatu tempat dengan masa yang banyak, maka akan dilarang. Jam malam di Tulungagung dimulai sejak pukul 23.00 hingga pukul 04.00.
Selain itu, pihaknya juga melakukan penyekatan di sejumlah tempat, untuk mencegah masuknya warga dari luar kota masuk ke Tulungagung.
Baca Juga : Hingga Akhir Tahun 2020 Proyeksi SiLPA Kota Batu Rp 145,5 Miliar
Biasanya warga luar kota hendak menikmati pergantian tahun di lokasi wisata yang ada di Tulungagung.
“Kita akan lakukan protokol ketat seperti awal pandemi di Tulungagung, Kita lakukan penyekatan di beberapa titik, di sana ada Dinkes, TNI-Polri, Satpol PP,” terangnya.
Jika ada yang kedapatan terkonfirmasi positif, nanti akan langsung diisolasi.
Sementara itu, kepala desa sekaligus pengelola tempat wisata buatan di Desa Kendal Bulur Kecamatan Boyolangu, Anang Mustofa mengatakan pihaknya siap mematuhi keputusan dari Satgas Penanganan Covid-19. Namun sebelumnya pihaknya meminta agar Satgas membuat kajian apakah peningkatan Covid-19 berhubungan dengan tempat wisata.
“Sejak dibuka pada Juni enggak ada peningkatan kasus,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Komisaris BUMDES Larasati tersebut.
Pihaknya mempertanyakan pembukaan mall yang menurutnya lebih berpotensi menimbulkan kerumunan dan penyebaran Covid-19.
Mall merupakan tempat tertutup dan sirkulasi udara juga terbatas, sedang lokasi wisata berada di luar ruangan, sehingga dianggap lebih aman dari penyebaran Covid-19.
Dirinya juga menyoroti adanya hajatan di desa wilayah pinggiran yang mulai acuh dalam menerapkan protokol kesehatan, seperti tak memakai masker dan berkerumun.
“Hajatan di desa, banyak yang acuh terhadap prokes, sehingga perlu untuk dikaji, tak hanya dari tempat wisata saja,” pungkasnya.
