Pandemi Covid-19, Disnaker Pastikan di Kabupaten Blitar Tidak Ada PHK Karyawan

01 - Sep - 2020, 09:48

Kepala Disnaker Kabupaten Blitar Haris Susianto


Pandemi covid-19 berdampak di segala sektor dan seluruh lini kehidupan masyarakat. Salah satu sektor yang terdampak adalah dunia usaha. Namun demikian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) memastikan tidak ada karyawan di Kabupaten Blitar yang di PHK.

Kepala Disnaker Kabupaten Blitar, Haris Susianto mengungkapkan sejak pandemi Covid-19, seluruh perusahaan di Kabupaten Blitar juga mengalami dampak. Bahkan beberapa di antaranya harus merumahkan karyawannya.  Namun demikian pihaknya memastikan hingga saat ini belum ada perusahaan yang melakukan  PHK kepada karyawanya. 

Baca Juga : Pemkot Kediri Siapkan Sanksi bagi yanng Melanggar Protokol Kesehatan

Berdasarkan data yang dimiliki Disnaker, ada sekitar 500 perusahaan kelas menengah ke bawah di Kabupaten Blitar. Dari jumlah tersebut tercatat 17 perusahaan yang melaporkan telah merumahkan karyawannya. 

“Data yang kami terima, ada sekitar 245 karyawan yang dirumahkan selama pandemi Covid-19. Nah, dari jumlah tersebut secara bertahap mereka sudah dipanggil kembali oleg perusahaanya untuk kembali bekerja. Kebijakan ini seiring diterapkanya new normal life di Kabupaten Blitar,” ungkap Haris. 

Dikatakanya, pihaknya memberikan dukungan kepada perusahaan di Kabupaten Blitar untuk kembali beraktivitas di masa pandemi. Selain bisa meningkatkan ketahanan ekonomi, akifitas ini juga dapat mencegah terjadinya depresi sosial akibat pengangguran. Namun demikian Haris berpesan agar seluruh perusahaan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. 

“Pesan kami, seluruh  perusahaan yang sudah menjalankan aktifitas lagi wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Yakni wajib memakai masker, sediakan tempat cuci tangan dan sabunya, siapkan hand sanitizer dan jaga jarak,” tegasnya.

 

 


Topik

Pemerintahan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette