JATIMTIMES - Di balik gang sempit di Dusun Suko Rembug, Desa Sidomulyo, Kota Batu, tersembunyi sebuah warung sederhana dengan cita rasa luar biasa. Namanya Sego Empok Prasmanan Mewah. Mewah merupakan kepanjangan dari mepet sawah, sebuah nama yang benar-benar merepresentasikan suasana dan pengalaman kuliner yang ditawarkan.
Perjalanan menuju warung memang membutuhkan sedikit usaha. Pengunjung harus menyusuri gang selebar sekitar satu meter dan berjalan kaki kurang lebih 150 meter.
Baca Juga : Banjir dan Longsor Terjadi di Pujon Selama Tiga Hari Beruntun
Namun semua terbayar lunas saat tiba di lokasi. Lokasi kuliner ini layaknya hidden gem. Hamparan kebun bunga membentang luas serta perbukitan dengan latar Gunung Panderman, menciptakan suasana makan yang tenang dan terasa mewah alami.
Karena itu, meski baru beroperasi sekitar sejak Juli 2025, warung milik Icuk ini telah menjelma menjadi jujugan favorit pecinta kuliner tradisional. Tak hanya warga lokal, wisatawan luar daerah pun rela berjalan kaki demi menikmati sepiring nasi empok dengan panorama alam terbuka.
Konsep prasmanan menjadi daya tarik utama. Pengunjung bebas memilih nasi empok, nasi putih, atau campuran keduanya, lalu melengkapinya dengan aneka sayur khas Jawa yang dimasak bersantan dan disiapkan segar setiap hari.
“Sayurnya ada tempe tahu, manisa (labu), tewel, serta urap-urap. Pengunjung bebas mengambil sendiri. Untuk nasi dan dua lauk tahu, tempe, atau mendol harganya Rp 10ribu,” ungkap Icuk, Kamis (22/1/2026).

Kesederhanaan menu justru menjadi kekuatan. Rasa gurih empok berpadu dengan sayur bersantan menghadirkan sensasi masakan rumahan yang kini mulai jarang ditemui. Jika ingin menambah lauk lain, pengunjung cukup menyesuaikan harga.
“Warung empok prasmanan sekarang jadi tren. Selain bebas ambil sesuai takaran, juga bisa menyesuaikan cuan,” imbuh Icuk.
lWarung ini buka sejak pukul 07.00 WIB. Pada hari biasa, pengunjung silih berganti hingga pukul 10.00 WIB, lalu kembali ramai saat jam makan siang antara pukul 11.30 hingga 13.30 WIB. Operasional berakhir pukul 17.00 WIB. Khusus hari Minggu, warung buka hingga pukul 13.00 WIB dan nyaris tak pernah sepi.
“Pagi hari ramai orang jalan sehat dan pesepeda, menjelang siang wisatawan datang sampai siang,” kata Icuk.
Menariknya, setiap Minggu pengunjung juga bisa menikmati atraksi seni. Seorang seniman lokal melukis wajah pengunjung menggunakan pensil hanya dalam waktu sekitar 15 menit. “Sambil makan atau ngobrol bisa dilukis, sekitar 15 menit sudah jadi,” tambah Icuk.
Di balik usaha kuliner barunya ini, Icuk sebelumnya bekerja di bidang event organizer (EO). Pandemi Covid-19 membuat usahanya terhenti, hingga akhirnya ia beralih menjadi petani bunga. Dari situlah ide membuka warung empok muncul.
“Saya diajak teman bernama Rudi ke warung empok prasmanan di Batu dan Pujon. Dari situ saya mengonsep sendiri sampai akhirnya berdiri. Alhamdulillah ramai, ini jalan saya mencari rezeki,” tutup Icuk.