JATIMTIMES - Geliat pariwisata di Kota Batu di tahun 2025 atau setahun belakangan tak sebergairah tahun sebelumnya. Kota berjuluk swiss kecil ini hanya mampu mencatatkan angka kunjungan mencapai 9,7 juta wisatawan. Menurun dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencapai 11.005.189 kunjungan.
Di tahun 2024 lalu, Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu mendata akumulasi wisatawan didapati dari 2.475.544 kunjungan ke akomodasi, 8.288.440 kunjungan ke objek daya tarik wisata (ODTW) dan 241.205 kunjungan pada berbagai event.
Baca Juga : Pria Paruh Baya Asal Pujon Ditemukan Tewas di Gubuk Kebun Apel
Dengan capaian tersebut, Kota Batu terhitung kehilangan sebanyak 1,3 juta wisatawan dalam satu tahun terakhir. Realisasi tersebut juga dipastikan jauh dari target yang ditetapkan di 2025, yakni 10,5 juta wisatawan.
Kepala Disparta Kota Batu, Onny Ardianto, mengakui adanya tren penurunan tersebut. Menurutnya, kondisi ekonomi nasional yang belum pulih menjadi faktor utama lesunya daya beli masyarakat untuk berwisata.
"Faktor ekonomi sangat berdampak pada daya beli. Selain itu, kondisi cuaca yang tidak menentu dan bencana di beberapa daerah juga memengaruhi minat masyarakat untuk bepergian," ungkap Onny, belum lama ini.
Penurunan ini memberikan efek domino yang cukup telak bagi pelaku usaha, terutama sektor perhotelan. Onny menyebut, tingkat okupansi hotel kini tidak lagi setinggi dulu. "Kalau dulu saat long weekend bisa tembus 100 persen, sekarang jauh lebih rendah," imbuhnya.
Data menunjukkan, puncak kunjungan hanya terjadi pada bulan Desember (Momen Nataru) yang mencapai 1,8 juta orang. Sebaliknya, titik terendah terjadi pada bulan Maret yang hanya mencatatkan 234.014 wisatawan.
Baca Juga : Arema FC Kena Sanksi Imbas Psywar di Luar Stadion
Adapun komposisi pengunjung masih didominasi wisatawan nusantara sebanyak 9,75 juta orang, sementara wisatawan mancanegara (Malaysia, Singapura, China) tercatat di angka 39.362 orang.
Kondisi lesu ini juga dirasakan langsung oleh raksasa wisata Jatim Park Group. Manager Marketing and Public Relations Jatim Park Group, Titik S. Ariyanto, membeberkan bahwa kunjungan ke grup mereka turun hingga 25 persen.
"Sepanjang 2025 total kunjungan kami sekitar 4,9 juta wisatawan. Padahal pada 2024 bisa mencapai lebih dari 5,3 juta orang," beber Titik.