free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Internasional

Israel Klaim Mulai Kuasai Pinggiran Kota Gaza, Hamas Tuduh Netanyahu Halangi Gencatan Senjata

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

21 - Aug - 2025, 11:49

Loading Placeholder
Militer Israel. (Foto: BBC)

JATIMTIMES - Ketegangan di Jalur Gaza kembali memanas setelah militer Israel mengumumkan dimulainya operasi militer tahap pertama untuk merebut Kota Gaza. Dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (21/8/2025), juru bicara militer Israel, Brigadir Jenderal Effie Defrin, menyatakan bahwa pasukan IDF (Israel Defense Forces) telah berhasil memasuki serta menguasai sebagian wilayah pinggiran Kota Gaza.

Klaim Israel: Hamas Sudah Babak Belur

Dalam keterangannya, Defrin menyebut operasi ini merupakan bagian dari strategi untuk melumpuhkan kekuatan Hamas yang selama ini menjadikan Kota Gaza sebagai benteng pertahanan.

Baca Juga : Kronologi Bentrok Warga di Ambon yang Sebabkan Ratusan Orang Mengungsi

“Kami telah memulai operasi awal dan tahap pertama serangan terhadap Kota Gaza. Saat ini pasukan IDF telah menguasai pinggiran Kota Gaza,” kata Defrin, dikutip dari Reuters.

Ia menambahkan bahwa Hamas kini bukan lagi kekuatan reguler, melainkan sudah berubah menjadi kelompok gerilya yang “babak belur” akibat serangan intensif Israel dalam beberapa bulan terakhir. Israel menegaskan akan memperdalam serangan militer untuk menguasai seluruh wilayah Kota Gaza.

Puluhan Ribu Pasukan Cadangan Dikerahkan

Sehari sebelumnya, pada Rabu (20/8/2025), militer Israel telah mengerahkan puluhan ribu pasukan cadangan guna memperkuat operasi darat besar-besaran. Penambahan pasukan ini dipandang sebagai langkah persiapan menuju perang kota yang lebih sengit.

Kabinet keamanan Israel yang dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga telah menyetujui rencana strategis bulan ini untuk memperluas kampanye militer di Gaza. Target utamanya adalah merebut Kota Gaza sepenuhnya, yang sejak awal perang dianggap sebagai pusat politik, militer, dan simbol kekuatan Hamas.

Saat ini, Israel mengklaim telah menguasai sekitar 75% wilayah Jalur Gaza. Namun, pertempuran di dalam Kota Gaza diprediksi akan jauh lebih sulit karena karakteristiknya yang padat penduduk dan penuh dengan jaringan terowongan bawah tanah yang dimanfaatkan Hamas.

Hamas Tuding Netanyahu Halangi Gencatan Senjata

Di sisi lain, kelompok Hamas menuding Israel, khususnya Netanyahu, menjadi pihak yang justru menghalangi tercapainya kesepakatan gencatan senjata.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui kanal Telegram, Hamas menyebut Netanyahu sengaja menolak proposal gencatan senjata yang diajukan mediator internasional.

“Pengabaian Netanyahu terhadap proposal para mediator membuktikan bahwa dialah yang sebenarnya menghalangi kesepakatan apa pun,” tulis Hamas.

Hamas juga menuduh Israel menggunakan alasan “memerangi terorisme” untuk melegitimasi serangan brutal terhadap warga sipil tak berdosa di Kota Gaza.

Situasi Kemanusiaan di Gaza Kian Memburuk

Meski klaim militer Israel menekankan keberhasilan di lapangan, kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza semakin memburuk. Menurut berbagai laporan organisasi internasional, serangan udara dan darat Israel telah menimbulkan kerusakan besar pada infrastruktur, rumah sakit, dan fasilitas umum.

Baca Juga : Kalender Jawa Kamis Kliwon, 21 Agustus 2025: Watak Weton, Rezeki, Jodoh, dan Hari Baik

Ratusan ribu warga sipil dipaksa mengungsi ke bagian selatan Gaza demi mencari perlindungan. Namun, keterbatasan logistik membuat situasi semakin sulit. Persediaan makanan, obat-obatan, dan listrik disebut semakin menipis.

Para mediator internasional, termasuk Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat, terus berupaya mendorong gencatan senjata demi menghentikan pertumpahan darah. Akan tetapi, hingga kini belum ada tanda-tanda kompromi dari kedua belah pihak.

Perang Kota Gaza Bisa Jadi Titik Balik

Pertempuran di Kota Gaza diperkirakan akan menjadi titik balik penting dalam konflik Israel–Hamas. Jika Israel benar-benar berhasil merebut kota tersebut, maka posisi Hamas sebagai penguasa de facto di Jalur Gaza bisa semakin terancam.

Namun, banyak analis militer menilai perang kota di Gaza tidak akan mudah. Kepadatan penduduk, medan sempit, serta jaringan terowongan yang rumit memberi keuntungan taktis bagi Hamas untuk melakukan serangan gerilya.

Meski Israel memiliki keunggulan teknologi militer, operasi darat di kawasan padat penduduk berpotensi menimbulkan korban sipil yang lebih besar, yang dapat memperburuk citra internasional Israel.

Dengan klaim Israel telah menguasai pinggiran Kota Gaza dan rencana melanjutkan operasi ke tahap berikutnya, konflik diprediksi akan terus meningkat. Sementara itu, Hamas menegaskan bahwa Netanyahu menjadi penghalang utama tercapainya perdamaian melalui jalur diplomasi.

Dunia internasional kini menaruh perhatian besar pada perkembangan terbaru ini. Pertanyaan utama yang masih menggantung adalah apakah perang kota di Gaza akan membawa akhir dari dominasi Hamas, atau justru membuka babak baru konflik berkepanjangan di Jalur Gaza.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya

--- Iklan Sponsor ---