JATIMTIMES - Semarak Hari Ulang Tahun Ke-80 Republik Indonesia terasa berbeda di Singapura. Para buruh migran Indonesia (BMI) menggelar sebuah acara kreatif bertajuk “Lilul Bima Rias Pengantin” yang dipusatkan di Bedok Community Centre, Minggu (17/8/2025) waktu setempat.
Ajang ini menghadirkan desainer kenamaan asal Malang, yakni Andy Sugix dan Ardalano. Mereka menampilkan karya busana khas nusantara dengan sentuhan modern.
Baca Juga : Pacu Jalur ala Warga Surabaya, Gunakan Perahu Sederhana tapi Tetap Meriah
Tahun ini, panggung diramaikan dengan tema kearifan budaya Indonesia. Khususnya keindahan wastra dan pesona kebaya, yang menjadi ikon nasional sekaligus wujud cinta tanah air.
Tak sekadar pertunjukan busana. Acara ini menjadi wadah positif bagi BMI di Singapura untuk mengasah kemampuan di bidang make up artist (MUA), modelling, dan fotografi. Sejumlah nama MUA turut menunjukkan keterampilan terbaik mereka. Sementara para model tampil anggun membawakan busana kebaya yang dipadukan dengan sentuhan kekinian.
Kehadiran tamu kehormatan dari Singapura, seperti Linda Ma’aruf, Miss Asty (1st runner jp Miss Singapore Indonesia), dan Miss Mela (Queen Batik) semakin menambah semarak acara. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa budaya Indonesia mampu menembus batas negara dan diapresiasi di panggung internasional.
Andy menegaskan bahwa kegiatan ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tidak hanya untuk memperingati kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang pengembangan talenta.
“Lewat kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa para BMI bukan hanya pekerja, tapi juga punya kreativitas dan potensi besar di bidang seni,” ungkap Andy.
Baca Juga : Hampir 5 Ribu Wisatawan Padati Kayutangan Heritage Selama Libur HUT RI
Tak hanya itu. Andy juga ingin memperkenalkan keindahan budaya Indonesia. Sekaligus mempererat persaudaraan sesama warga tanah air yang tinggal di Singapura.
“Harapannya, semakin banyak yang tergerak untuk terus berkarya, maju bersama, dan tetap membawa nama Indonesia di kancah internasional,” tukas Andy.
Dengan balutan kebaya sebagai simbol nasionalisme dan keindahan wastra nusantara, perayaan kemerdekaan di Singapura ini menjadi bukti nyata bahwa budaya Indonesia tetap hidup, dicintai, dan mampu mempersatukan warganya meski jauh dari tanah air.