JATIMTIMES - Hampir sebulan sejak Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkot Malang dengan Bank Jatim diperbarui, proyek revitalisasi Alun-alun Merdeka Kota Malang tak kunjung menunjukkan tanda-tanda pengerjaan. Kondisi ini akhirnya ditanggapi serius oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang.
Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, membenarkan bahwa perpanjangan PKS memang dilakukan. Hal itu seiring adanya pergantian pimpinan di Bank Jatim.
Baca Juga : Bansos PKH dan BPNT 2025 Tahap 3 Kapan Cair? Ini Jadwal, Besaran, dan Syaratnya
“PKS lama sudah habis, jadi diperbarui. Penandatanganan ulang sudah dilakukan,” ujar Raymond.
Raymond menjelaskan, proses PKS saat ini tengah dalam pendampingan Kejaksaan Tinggi. Bahkan, sejumlah pasal telah diperbaiki sesuai masukan kejaksaan. Ia menyebut, pemenang tender sudah ada dengan nilai proyek sekitar Rp 5 miliar, hanya tinggal menunggu pelaksanaan.
“Kami bersama Bank Jatim sedang mempersiapkan pengecekan lapangan. Rencananya minggu depan ada peninjauan bersama tim dari Surabaya untuk menentukan titik pembangunan,” tambahnya.
Revitalisasi akan menyentuh beberapa area penting, mulai dari air mancur, area bermain anak, hingga penerangan jalan umum (PJU). Namun detail teknis masih menunggu dokumen resmi dari Bank Jatim.
“Untuk PJU saya masih menunggu perencanaan mereka. Saat survei nanti, saya akan meminta dokumen DED (Detail Engineering Design),” jelas Raymond.
Baca Juga : Pedagang Liar Menjamur di Area Steril Alun-alun Kota Batu, Paguyuban PKL Minta Pemkot Lakukan Penertiban
Terkait akses publik selama pengerjaan, DLH belum bisa memastikan apakah kawasan alun-alun akan ditutup total atau hanya sebagian. “Kami berharap awal September proyek sudah benar-benar berjalan,” tegas Raymond.
Terpisah, Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso, juga menegaskan revitalisasi Alun-alun Merdeka harus segera dimulai. “Minimal Agustus sampai Oktober sudah berproses. Targetnya rampung 3,5 bulan sehingga masyarakat bisa menikmati wajah baru alun-alun sebelum pergantian tahun,” kata Erik.
Erik menambahkan, desain revitalisasi tetap memperhatikan nilai sejarah dan cagar budaya Alun-alun Merdeka.