JATIMTIMES - Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur terus mempercepat transformasi digital di sektor peternakan dengan meluncurkan inovasi DIRECT ENAK TENAN (Digitalisasi Recording Ternak UPT PT dan HMT Magetan). Sistem ini dikembangkan untuk mempercepat pencatatan kegiatan peternakan sekaligus meningkatkan akurasi data yang selama ini masih banyak dilakukan secara manual.
Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Dr Ir Indyah Aryani MM, mengatakan inovasi tersebut menjadi jawaban atas berbagai kendala yang selama ini dihadapi petugas di lapangan, mulai dari lambatnya proses pencatatan hingga potensi terjadinya kesalahan data.
Baca Juga : Malvinas Jadi Sorotan usai Argentina Kalahkan Inggris, Ini Sejarah Perebutannya
"Melalui sistem ini, petugas cukup memindai QR Code menggunakan telepon genggam untuk langsung mengakses menu pencatatan sesuai kebutuhan di lapangan," ujarnya.
Menurut Indyah, pencatatan manual selama ini berisiko menyebabkan keterlambatan pelaporan, ketidaksesuaian data, hingga menyulitkan proses monitoring dan evaluasi. Karena itu, Dinas Peternakan Jatim mengembangkan sistem digital berbasis QR Code, Google Form, dan Google Spreadsheet yang saling terintegrasi.
Melalui sistem tersebut, setiap data yang dimasukkan petugas akan langsung tersimpan secara otomatis. Selanjutnya informasi diolah menggunakan formula spreadsheet dan Google Apps Script sehingga hasilnya dapat dipantau secara real time.
Berbagai aktivitas peternakan kini dapat dicatat dalam satu sistem terpadu. Mulai dari data pengobatan ternak, vaksinasi, mutasi populasi, penjualan, penetasan, kematian ternak, hingga pemberian pakan, seluruhnya tersedia dalam satu pintu akses yang dapat digunakan petugas menggunakan telepon genggam.
Indyah menjelaskan, digitalisasi ini memberikan banyak keuntungan dibanding sistem pencatatan konvensional. Selain mempercepat pekerjaan di lapangan, sistem tersebut juga meningkatkan ketelitian data serta meminimalkan risiko kehilangan informasi.
"Data yang diinput akan tersimpan secara otomatis, diolah menggunakan formula spreadsheet dan Google Apps Script, kemudian ditampilkan dalam bentuk informasi yang dapat dipantau secara real-time," katanya.
Baca Juga : Dolar dan Nasi Pecel
Tak hanya itu, sistem juga mampu menyusun rekapitulasi data secara otomatis sehingga proses pelaporan menjadi lebih cepat dan efisien. Seluruh informasi dapat diakses secara daring untuk mendukung monitoring maupun evaluasi kegiatan peternakan secara berkelanjutan.
Menurut Indyah, penerapan DIRECT ENAK TENAN merupakan bagian dari komitmen Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dalam membangun tata kelola pemerintahan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.
Digitalisasi juga diharapkan mampu memperkuat transformasi sektor peternakan melalui pemanfaatan teknologi yang mudah diterapkan dan dapat digunakan secara luas oleh petugas.
"Dengan sistem yang sederhana, mudah diterapkan, dan memanfaatkan platform yang tersedia secara luas, inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelayanan serta mendukung pengelolaan peternakan yang modern, transparan, dan berbasis data," pungkas Indyah.