free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pemerintahan

Kota Malang Menuju Kota Sehat, Ini Langkah DLH 

Penulis : Hendra Saputra - Editor : A Yahya

17 - Aug - 2025, 21:22

Loading Placeholder
Pengelolaan sampah di TPA Supit Urang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang semakin serius memperkuat komitmennya menuju Program Kota Sehat 2025. Data terbaru menunjukkan, pengelolaan sampah di Kota Malang telah mencapai 98,97 persen, atau setara 723,74 ton per hari. Angka ini mendekati standar penilaian Adipura dan menjadikan Kota Malang sebagai salah satu kota dengan sistem pengelolaan sampah terbaik di Indonesia.

Plh Kepala DLH Kota Malang, Gameliel Raymond Hatigoran, menyampaikan bahwa pencapaian ini bukanlah akhir, melainkan awal dari transformasi besar pengelolaan sampah. Salah satu fokus utama adalah pengembangan TPA Supit Urang dari controlled landfill menjadi sanitary landfill yang lebih ramah lingkungan dan sesuai standar nasional.

Baca Juga : Peminat Paket Jeep Wisata di Kota Batu Menurun 

“Targetnya, hingga Desember 2025 sudah tuntas, termasuk pengembangan sanitary landfill yang kini sudah berjalan di lahan lima hektare dari total 32 hektare TPA,” ungkap Raymond. 

Transformasi sistem ini mendapat apresiasi langsung dari Menteri Lingkungan Hidup RI, yang menyebut Kota Malang sebagai percontohan nasional penghentian open dumping dalam pengelolaan sampah.

Selain pengembangan TPA, DLH Kota Malang juga menyiapkan strategi komprehensif dari hulu hingga hilir. Beberapa di antaranya adalah optimalisasi TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di berbagai wilayah. Pendirian pusat daur ulang dan transfer stations untuk pemilahan langsung di sumber sampah hingga kolaborasi dengan perguruan tinggi dan lembaga internasional guna mengembangkan teknologi ramah lingkungan.

“Langkah penyempurnaan ini bukan semata demi penghargaan, melainkan investasi jangka panjang untuk kualitas hidup warga Kota Malang. Dukungan pusat melalui program LSDP juga membuat sistem ini lebih berkelanjutan,” tambah Raymond.

Berbeda dengan Adipura, Program Kota Sehat berada di bawah koordinasi Kementerian Sekretariat Negara dengan indikator yang lebih luas, mencakup pengelolaan sampah, kualitas udara, hingga ruang terbuka hijau.

Baca Juga : Momentum HUT Ke-80 RI, Pemkab Malang Terima CSR 1 Unit Truk Armroll dari PO Bagong

Raymond menegaskan bahwa Malang tidak hanya menargetkan lolos sebagai Kota Sehat 2025, tetapi juga membidik penghargaan tertinggi, yakni Adipura Kencana.

“Kami optimis dengan sinergi, inovasi, dan partisipasi masyarakat, Malang bisa menjadi kota sehat sekaligus kota bersih berstandar nasional bahkan internasional,” pungkasnya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Hendra Saputra

Editor

A Yahya

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan

--- Iklan Sponsor ---