JATIMTIMES - Mayat yang diperkirakan merupakan seorang lansia ditemukan nyaris jadi kerangka pada sebuah aliran sungai di Dusun Sidomulyo, Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Sabtu (16/8/2025). Proses evakuasi mayat seorang lansia misterius tersebut sempat membuat heboh warga setempat dan kemudian viral di media sosial, Minggu (17/8/2025).
Kapolsek Wonosari AKP M. Budiono menuturkan, kronologi penemuan mayat yang sempat tak diketahui identitasnya alias Mr. x tersebut bermula pada Sabtu (16/8/2025) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, seorang saksi yang diketahui bernama Sriono melihat kaki seorang manusia ketika perjalanan menuju kebun untuk mencari bambu.
Baca Juga : Dari Kartasura ke Blitar: Jejak Garendi dan Darah Amangkurat III dalam Diri Shodanco Supriyadi
"Saat saksi berjalan melewati pinggir sungai melihat ada kaki manusia di tepi sungai. Saksi kemudian mendekatinya dan ternyata memang benar ada sesosok mayat yang tergeletak di tepi sungai tersebut," terang Budiono, Minggu (17/8/2025) malam.
Saat pertama kali ditemukan, kondisi mayat sudah proses pembusukan hingga terlihat sebagian tulangnya dengan disertai bau yang menyengat. Kejadian tersebut oleh saksi kemudian disampaikan kepada perangkat desa dan melaporkannya ke Polsek Wonosari.
"Berdasarkan hasil olah TKP (tempat kejadian perkara), tidak ditemukan identitas pada mayat yang tergeletak di tepi sungai tersebut," ujarnya.
Budiono menyebut, mayat korban ditemukan dalam kondisi terlentang dengan kepala menghadap ke atas. Sedangkan sebagian dari bagian tubuh pada mayat tersebut yakni mulai dari kepala hingga pinggul sudah membusuk hingga terlihat bagian tulang kerangkanya.
"Pada kedua kaki yang tergenang air sungai juga telah dalam kondisi membusuk. Sementara kaki sebelah kanan pada bagian betis masih terpasang pen medis bekas operasi patah tulang," terangnya.
Dari hasil identifikasi Tim Inafis Polres Malang, disampaikan Budiono, mayat yang ditemukan warga tersebut masih mengenakan baju dan sarung. Semula, polisi memperkirakan bahwa usia mayat tersebut sekitar 60 tahun dan berjenis kelamin laki-laki dengan tinggi badan sekitar 155 sentimeter.
"Setelah dilakukan pengecekan oleh Bidan Desa Wonosari, kondisi jenazah diperkirakan telah meninggal dunia kurang lebih tujuh hari (sebelum ditemukan)," tuturnya.
Hasil identifikasi tersebut kemudian dijadikan acuan bagi polisi untuk menelusuri identitas korban. Hingga kemudian mayat lansia misterius tersebut akhirnya diketahui berinisial AN (65) asal Desa Kromengan, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang.
"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka yang di sebabkan oleh senjata tajam maupun benda tumpul pada tubuh korban," ujarnya.
Baca Juga : Pendapatan Transfer dari Pusat Susut Rp192,3 Miliar, Ini Catatan Banggar DPRD Jatim
Berdasarkan catatan kepolisian, korban sebelum ditemukan tewas diketahui menderita sakit depresi atau kejiwaan selama bertahun-tahun. Semasa hidupnya, korban menumpang di kediaman kakak kandungnya yang beralamat di Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.
Lantaran tak memiliki rumah, korban disebut juga sering berkunjung ke kediaman adik kandungnya yang beralamat di Desa Peniwen, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. "Menurut keterangan dari kakak kandungnya, korban tidak pulang kerumahnya sudah sejak tujuh hari yang lalu," ujar Budiono.
Hilangnya korban tersebut juga sempat dicari oleh pihak keluarga, namun belum berhasil ditemukan. Hingga akhirnya, seminggu kemudian, yakni pada Sabtu (16/8/2025), korban ditemukan telah meninggal di aliran sungai.
"Menurut keterangan pihak keluarga, korban menderita depresi berat sudah lebih dari 10 tahun," terang Budiono.
Sementara itu, usai berhasil di evakuasi, jenazah korban di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang untuk dilakukan penanganan lebih lanjut oleh petugas dengan didampingi pihak keluarga.
"Pihak keluarga menganggap kejadian tersebut murni sebagai musibah. Sehingga tidak menuntut secara hukum kepada pihak manapun. Pihak keluarga juga telah membuat surat pernyataan penolakan untuk dilakukan autopsi dengan pertimbangan agar segera bisa dimakaman," pungkas Budiono.