JATIMTIMES - Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia di Kota Malang berlangsung meriah dengan konsep unik bertajuk “Tempo Dulu” pada Sabtu (16/8/2025). Acara ini menghadirkan nuansa nostalgia yang kental dengan budaya Nusantara, mulai dari kostum jadul, mainan tradisional, hingga dekorasi khas masa lalu.
Menurut Mega, perwakilan penyelenggara, kegiatan ini bukan sekadar hiburan. Melainkan wadah memperkuat kebersamaan dan mengobarkan semangat kemerdekaan. “Dengan adanya event ini, kita semakin kompak dan optimis untuk terus berkarya di masa depan,” ujar Mega.
Baca Juga : Momen Istimewa: Ucapan Selamat Sekdes Rabasan untuk HUT RI dan Bupati Sampang
Rangkaian acara menampilkan beragam lomba dan permainan tradisional yang dulu pernah populer. Mulai dari glundungan bambu, tempeh dengan bola, hingga bengkiak empat orang. Selain itu, peserta dan panitia mengenakan busana ala zaman dulu, sehingga suasana benar-benar membawa masyarakat bernostalgia.
Acara ini semakin meriah dengan kehadiran Anggota DPRD Kota Malang Komisi C, Rendra Masdrajad Safaat. Politisi PKS yang akrab disapa Jiren itu tidak hanya memberikan sambutan, tetapi juga ikut memeriahkan perlombaan bersama warga.
Rendra menegaskan bahwa kolaborasi semua elemen bangsa, mulai dari pemerintah, masyarakat hingga dunia usaha, akan menjadi kunci keberhasilan menuju Indonesia Emas 2045.
“Saya optimis cita-cita Indonesia Emas 2045 yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dapat terwujud, asalkan seluruh elemen bangsa kompak berkolaborasi. Semangat itu juga tercermin dalam kebersamaan kita hari ini,” kata Rendra.
Rendra mencontohkan kebangkitan China yang semula miskin sebelum 1998, namun di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Zhu Rongji, negara tersebut mampu bangkit dan berkembang menjadi salah satu kekuatan dunia. Menurutnya, Indonesia juga bisa menapaki jalan yang sama jika mampu menjaga persatuan dan semangat kerja keras.
Baca Juga : Pacu Jalur Jadi Inspirasi Google Doodle HUT ke-80 Kemerdekaan RI
Politisi ramah itu juga mengingatkan agar nilai kebersamaan, gotong royong, dan kerja keras tidak hanya berhenti pada momen perayaan HUT RI.
“Semangat kebersamaan yang tercermin dalam lomba tradisional ini jangan hanya berhenti di seremoni, tapi harus terus hidup dalam keseharian kita,” pungkasnya.
Dengan kemeriahan acara bernuansa tempo dulu ini, perayaan HUT ke-80 RI di Malang berhasil menjadi momentum yang bukan hanya penuh nostalgia, tetapi juga menghidupkan kembali semangat perjuangan dan persatuan menuju Indonesia yang lebih maju.