JATIMTIMES - Polemik royalti musik yang membebani kafe dan restoran masih menjadi perdebatan hangat dari berbagai kalangan. Meski demikian, beberapa musisi saat ini lebih memilih memberikan izin karya mereka diputar secara gratis tanpa membayar royalti.
Seperti halnya beberapa para penyanyi rocker Indonesia mengaku membebaskan siapapun untuk menyanyikan maupun memutar lagu mereka saat ditemui di Rest Area Karangploso, Kabupaten Malang. Ya Penyanyi rocker Indonesia Heydi Ibrahim vokalis Power Slaves dan lady rocker Mel Shandy menegaskan tak perlu menghiraukan terkait royalti
Baca Juga : 5 Contoh Teks MC Malam Tirakatan 17 Agustus, Lengkap dengan Susunan Acara
“Pokoknya begini, kalau yang bawain lagu ciptaan suamiku Danny Sabian Hamda silahkan, gratis,” tegas Mel Shandy.
Mel Shandy malahan mengaku senang lagu/lagi yang nyanyikanhya ciptaan suaminya itu bisa didengar di kafe, restoran hingga di-cover. Hanya saja Mel Shandy menegaskan bebas menyanyikan maupun memutar karya suaminya.
“Tapi kalau yang ciptaan yang bukan suami saya, maksudnya album saya, saya bingung, nggak tahu itu aturannya gimana gitu kan,” imbuh lady rocker asal Jawa Barat tersebut.
Namun jika lagu itu bukan ciptaan dari suaminya, lebih baik untuk meminta izin terlebih dahulu. “Nah kalau bisa izinnya ke pencipta lagunya gitu kan. Nah tapi kalau bawain ciptaan suami saya sendiri itu silahkan. Gak akan ada dituntut apa-apa,” terang Mel Shandy.
“Silahkan mau di cover, mau dibikin lip-sync. Silahkan aku membebaskan buat masyarakat Indonesia,” ujar Mel Shandy.
Baca Juga : Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia: Dari Rengasdengklok hingga Dibacakannya Teks Proklamasi
Sementara itu Heydi Ibrahim vokalis Power Slaves mengaku tidak mempersalahkan terkait royalti. Bagunya senakin banyak didengar dan dinyanyikan bakal semakin terkenal.
“Saya enggak pernah mempermasalahkan royalti. Semakin banyak orang membawakan lagu-lagunya Power Slaves, ya berarti powerslap semakin terkenal, itu saja kalau saya,” terang Heydi.
Menurutnya jika aturan itu dilaksanakn perlu perlu kebijakan yang tepat dan jelas ke depannya.