JATIMTIMES - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Batu bakal mengganti Ferris wheel atau Bianglala di Alun-Alun Kota Batu. Setelah tertunda tahun ini, perencanaan pengadaan dilakukan tahun ini dan pengerjaan fisik akan dilakukan tahun depan. Sementara itu, aset Bianglala lama bakal segera dilelang.
Kepala DLH Kota Batu Dian Fachroni membenarkan. Konstruksi bangunan Bianglala yang sudah mangkrak menahun tersebut harus dijual terlebih dahulu sebelum pengadaan dan pembangunan Bianglala baru.
Baca Juga : Kalender Jawa Selasa Legi, 12 Agustus 2025: Watak Weton, Rezeki, Jodoh, dan Hari Baik
"Bianglala Alun-Alun Kota Batu yang lama harus lelang penjualan dan kami harus berkoordinasi dengan BKAD, langkah-langkah seperti apa. Yang jelas butuh percepatan," ujarnya saat ditemui JatimTIMES, belum lama ini.
Mengenai kapan pelelangan akan mulai dilakukan hingga bagaimana penjualan bianglala ini, Dian belum bisa memastikan. Hal tersebut karena ada dua kemungkinan lelang bianglala lama.
"Apakah dilakukan dalam bentuk utuh atau sudah terbongkar," sebutnya. Dikatakannya, perlu appraisal atau menaksir dan menilai objek properti harus meminta petunjuk bagian aset terlebih dahulu.
Terkait pengadaan bianglala baru, dia memastikan itu sudah masuk dalam Kebijakan Umum Anggaran Perubahan Prioritas dan Platform Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2026. Bahkan, detail engineering design (DED) pada tahun ini sudah tuntas dikerjakan dengan anggaran Rp 300 juta.
"DED sudah berkontrak dan kurang lebih sekitar 60-90 hari ke depan sudah keluar nilai fisiknya (nominal yang perlu dianggarkan untuk pembangunan bianglala)," katanya.
Mantan Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Batu itu meyakini secara perencanaan pengadaan bianglala baru rampung pada tahun 2025. Namun, terkait dengan pembangunan fisik bianglala masih menunggu kepastian apakah akan ada alokasi dana yang disediakan pada tahun 2026 nanti. Pihaknya menunggu petunjuk dari TAPD, banggar terkait kesepakatan apakah bisa dibangun atau dialokasikan anggaran khusus untuk bianglala.
Baca Juga : Tanggal 18 Agustus 2025 Cuti Bersama, Begini Jadwal Operasional Bank di Seluruh Indonesia
"Sementara ini kami masih mengalokasikan 5,5 miliar di KUA PPAS, hanya saja pembahasan anggaran selalu dinamis dan kita belum mengetahui program prioritas dari dinas lain yang mungkin juga akan perlu penyesuaian atas anggaran-anggaran yang dimaksud," imbuhnya.
DLH Kota Batu sendiri juga sudah menyiapkan strategi khusus untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan bianglala, jika pasti dianggarkan pada tahun 2026. Caranya melalui pelaksanaan tender dini yang bisa dilakukan pada akhir tahun 2025 dan segera disepakati kontrak pada awal tahun 2026 mendatang.
"Untuk mempercepat ini, bila dimungkinkan anggaran itu, kita bisa tender dini. Sarat tender dini itu tercantumnya pada KUA PPAS. Kalau dipastikan bisa dibangun maka tender dini kita laksanakan pada bulan November 2025, dan awal Januari 2026 kita sudah bisa berkontrak dan melaksanakannya," tuturnya.