JATIMTIMES - Agus Arief, penyandang disabilitas asal Desa Cangkring Kecamatan Jenggawah Jember viral. Seorang pegiat sosial asal Madura, memasukkan sosok Agus Arief dalam konten yang menyebutkan Polres Jember tidak melayani penyandang disabilitas.
Dalam video yang beredar, pegiat sosial yang mengaku bernama Amin, membuat sebuah video konten berdurasi 2.50 detik. Dalam video yang diambil dari lobi Satreskrim Polres Jember tersebut, yang bersangkutan menyampaikan kalau layanan di Polres Jember memilukan. Sebab, seorang penyandang disabilitas tidak dilayani sebagaimana mestinya.
Baca Juga : Indomaret Peduli Veteran, Kota Malang Jadi Lokasi Kedua Aksi Sosial Nasional
Padahal Agus Arief sendiri, setiap harinya memang selalu berada di Mapolres Jember walau sekadar untuk bermain maupun mencari teman ngobrol. Kegiatan ini dilakukan oleh Agus Arief sejak puluhan tahun silam.
"Saya gak tau kalau dijadikan seperti itu (dibuat konten), saya sudah berusaha menghindar, tapi tetap digunakan konten. Justru ini sangat merugikan saya, karena saya di Polres Jember sudah bertahun-tahun dan tidak pernah ada masalah," ujar Agus.
Atas konten tersebut, pihaknya yang merasa dirugikan. Agus mencoba menghubungi pegiat sosial asal Madura yang bernama Amin, namun beberapa panggilan dirinya tidak pernah direspons.
Pihaknya pun berencana melaporkan apa yang dialaminya ini ke Mapolres Jember, atas perbuatan tidak menyenangkan. "Saya akan laporkan orang Madura tersebut, karena jelas-jelas tidak menggambarkan sebagaimana mestinya, saya hanya diperalat," bebernya.
Baca Juga : Jejak Panjang Peradilan Agama: Dari Keraton ke Republik
Beberapa pihak juga menyayangkan pemberitaan dan juga konten yang dibuat oleh pegiat sosial tersebut. Sebab semua warga Jember, yang pernah masuk ke Mapolres Jember, sudah tau siapa Agus Arief.
"Bukan bermaksud saya membela institusi Polres Jember, tapi apa yang ada di video tersebut, sangat jauh dari kebenaran. Itu sudah seperti propaganda untuk menjatuhkan kinerja Polres Jember, jelas ini tidak benar, polisi harus mengusut pembuat video tersebut," ujar Adri, warga Sumbersari Jember. (*)