free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pendidikan

Mahasiswa KKN Unisba Blitar Hadirkan Pendidikan Karakter di SDN Karangsari: Lawan Bullying, Bangun Empati

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

05 - Aug - 2025, 08:49

Loading Placeholder
Mahasiswa KKN Unisba Blitar bersama siswa SDN 3 Karangsari mendeklarasikan aksi Stop Bullying sebagai komitmen membangun sekolah yang aman dan penuh empati. (Foto: Ist)

JATIMTIMES – Upaya menciptakan sekolah yang ramah anak kini semakin nyata di Kota Blitar. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 2 Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar menghadirkan program bertajuk “Pendidikan Anti-Bullying Usia Dini” yang digelar di Aula SDN 3 Karangsari, Senin (28/7/2025).

Program ini menyasar siswa kelas 4 hingga 6 dan bertujuan membangun kesadaran serta karakter anak sejak dini.

Baca Juga : Kalender Jawa Selasa Wage, 5 Agustus 2025: Watak Weton, Rezeki, Jodoh dan Hari Baik

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN Unisba Blitar berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kota Blitar. Drs. Joko Nurbatin, praktisi pendidikan karakter, hadir sebagai pemateri dan menyampaikan materi edukatif mengenai bahaya bullying serta urgensi membangun empati di lingkungan sekolah.

“Anak-anak perlu mengetahui bahwa mereka memiliki hak dasar yang harus dihormati. Hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan, dan hak partisipasi adalah fondasi dari kehidupan yang bermartabat,” ujar Joko dalam pemaparannya di depan para siswa.

Ia menekankan bahwa membentuk lingkungan belajar yang aman tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga masyarakat sekitar. Menurutnya, nilai-nilai kasih sayang dan empati harus ditanamkan sejak dini agar anak-anak tidak hanya paham cara menghindari bullying, tapi juga mampu menjadi agen perubahan.

Program ini turut didukung oleh berbagai pihak. Lurah Karangsari, Agus Rianto, S.Pd., M.M., hadir mewakili pemerintah kelurahan dan memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang menurutnya selaras dengan program perlindungan anak di tingkat lokal.

“Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan sekolah seperti ini penting untuk menciptakan ruang aman bagi anak-anak. Mereka bukan hanya mendapatkan pengetahuan, tapi juga pembentukan karakter,” kata Agus.

Dukungan juga datang dari pihak sekolah. Anjar Nimaturochmah, S.Pd., yang mewakili kepala sekolah SDN 3 Karangsari, menyatakan bahwa sekolah menyambut baik inisiatif mahasiswa Unisba. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan tidak menggurui, melainkan mendekatkan siswa pada pemahaman melalui bahasa yang mereka pahami.

Tak hanya pemaparan materi, kegiatan ditutup dengan Deklarasi Anti-Bullying oleh seluruh peserta. Menggunakan cat air, para siswa menorehkan cap tangan sebagai simbol komitmen bersama untuk menghentikan segala bentuk perundungan. Aksi simbolik ini dipimpin oleh para tokoh yang hadir, mahasiswa, serta para guru.

Mahasiswa KKN Unisba Blitar bersama siswa SDN 3 Karangsari mendeklarasikan aksi Stop Bullying sebagai komitmen membangun sekolah yang aman dan penuh empati. (Foto: Ist)

Dosen pembimbing lapangan KKN Kelompok 2 Unisba Blitar, Henni Indarriyanti, SE., M.Ap., M.Akun., Ak., menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk konkret dari pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat.

Baca Juga : Menggugah Semangat, Merawat Warisan: Bedhol Pusaka Sambut Hari Jadi Blitar ke-701

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menyelesaikan program KKN secara administratif, tapi benar-benar hadir, menyentuh persoalan sosial yang riil, dan memberi dampak,” tuturnya.

Henni juga menambahkan bahwa mahasiswa diajak untuk berperan aktif, mulai dari perencanaan hingga eksekusi. Ia menyebut kegiatan ini sebagai cerminan dari semangat Unisba Blitar dalam mengintegrasikan pendidikan tinggi dengan pembangunan karakter di tengah masyarakat.

Mahasiswa KKN pun tampak antusias menjalankan peran mereka. Mereka tidak hanya menjadi fasilitator, tetapi juga sahabat bagi anak-anak, menciptakan ruang interaktif yang menyenangkan dan edukatif.

Dengan program ini, Unisba Blitar menegaskan perannya dalam pendidikan karakter dan pembangunan sosial. Mahasiswa bukan hanya agen perubahan, tetapi juga jembatan antara kampus dan komunitas. Diharapkan, gerakan melawan bullying ini tidak berhenti di SDN 3 Karangsari, melainkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kota Blitar dan sekitarnya.

Sebagaimana ditegaskan dalam deklarasi hari itu, stop bullying bukan sekadar slogan, tapi langkah nyata menuju masa depan anak yang lebih aman, adil, dan penuh kasih.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan

--- Iklan Sponsor ---