JATIMTIMES - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Malang saat ini sedang menyusun beberapa program kerja untuk membantu pemerintah Kkbupaten (pemkab) untuk mengatasi permasalahan kesehatan, mulai dari penanganan stunting hingga kesehatan jiwa masyarakat.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang Anis Zaidah Sanusi menyampaikan bahwa pada kepengurusan Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang periode 2025-2030 memiliki beberapa program kerja. Namun yang paling utama yakni turut membantu Pemkab Malang dalam menangani stunting. Pasalnya, prevalensi stunting pada bulan timbang Februari 2025 mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Baca Juga : Bupati Sanusi Dorong Universitas Kepanjen Perkuat Kolaborasi untuk Pendidikan Berkualitas
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, prevalensi stunting pada bulan timbang Februari 2024 sebesar 6,15 persen. Sedangkan prevalensi stunting pada bulan timbang Februari 2025 sebesar 6,26 persen. Kenaikan prevalensi stunting itu disebabkan oleh perbedaan jumlah balita yang diukur. Pada tahun 2025, jumlah balita yang diukur lebih banyak dari tahun 2024.
Anis menjelaskan, penyebab lain stunting di Kabupaten Malang mengalami kenaikan yakni dikarenakan adanya perkawinan anak di Kabupaten Malang. Perkawinan anak sendiri berpotensi memiliki dampak negatif terhadap kondisi keluarga maupun anak yang dilahirkan.
Pihaknya pun meminta kepada masing-masing perangkat daerah di lingkungan Pemkab Malang dapat bersedia berkolaborasi bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang dalam menangani stunting. Mulai dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang hingga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Malang.
"Stunting agak naik, karena banyaknya perkawinan anak. Makanya saya menekankan yang paling mendasar itu harus dari Dinas Kesehatan ikut dalam penanganan stunting dan penekanan perkawinan anak," ungkap Anis.
Pihaknya juga telah berencana akan menggelar lomba penanganan stunting di tingkat desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Malang untuk mewujudkan zero stunting di masing-masing wilayah. Terlebih lagi, Bupati Malang HM. Sanusi memiliki target Kabupaten Malang dapat zero stunting pada tahun 2026 mendatang.
"Bahkan saya punya keinginan nantinya per desa mengadakan perlombaan biar stunting itu zero. Biasanya ibu-ibu PKK kalau dibuatin lomba-lomba itu semangat. Masalah hadiah itu gampang," kata Anis.
Menurut Anis, dikarenakan Bupati Sanusi memiliki target zero stunting di tahun 2026, Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang melalui kelompok kerja atau pokja yang ada wajib membantu Pemkab Malang dalam menangani stunting. Terlebih lagi, Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang memiliki kader yang banyak dan berbasis di setiap jenjang kewilayahan.
"Sebetulnya sudah harus zero, tapi masih belum, lah itu kan kita punya PR yang harus lebih diutamakan dulu," ujar Anis.
Baca Juga : Kasus PPA dan Gangguan Jiwa, 2 Napi Malang Dibebaskan Presiden Lewat Amnesti
Selain itu, pihaknya akan membantu Pemkab Malang dalam menangani permasalahan kesehatan jiwa masyarakat Kabupaten Malang. Utamanya yang berawal dari adanya perkawinan anak hingga menyebabkan gangguan terhadap kesehatan kejiwaan seseorang.
Untuk menangani permasalahan kesehatan jiwa masyarakat Kabupaten Malang, Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang telah menggandeng para dokter jiwa dari Rumah Sakit Jiwa dr Radjiman Wediodiningrat Lawang serta para dokter jiwa yang tergabung dalam Persatuan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Jawa Timur.
"PKK menggandeng dokter jiwa dari Rumah Sakit Jiwa Lawang dan Persatuan Dokter Jiwa se Jawa Timur kan ada di Malang, mereka bersedia merolling dokter-dokter yang bisa memberikan pengarahan," jelas Anis.
Menurut Anis, ibu-ibu para kader Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang sangat antusias dengan penanganan kesehatan jiwa oleh para dokter jiwa. Pasalnya, Anis menyebut, perkawinan anak atau perkawinan dengan kematangan usia yang belum cukup bisa berpotensi menyebabkan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ).
"ini ibu-ibu banyak yang tanya dan antusias. Karena perkawinan belum waktunya itu juga bisa menyebabkan ODGJ," tandas Anis.
Sementara itu, dalam praktiknya, Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang telah memberikan kontribusi nyata dalam menangani stunting di masing-masing wiayah. Salah satunya melakukan sosialisasi yang lebih masif dan pemberian makan tambahan sebagai bentuk penambahan nutrisi pada balita stunting secara rutin.