JATIMTIMES - Ketika tongkat estafet kepemimpinan berpindah dari satu tangan ke tangan lain, yang diwariskan bukan sekadar jabatan, melainkan amanah, kerja keras yang belum selesai, dan cita-cita besar yang masih menggantung di langit. Itulah yang disampaikan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang periode 2021–2025, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, saat memberikan pesan penuh makna kepada penerusnya, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, S.Ag., M.Si., CAHRM., CRMP., yang baru saja dilantik sebagai rektor perempuan pertama UIN Maliki Malang.
Dalam suasana penuh haru dan penghormatan, Prof. Zainuddin menyampaikan ucapan selamat kepada Prof. Ilfi. Baginya, pemilihan Prof. Ilfi bukan hanya sebagai simbol kemajuan dan kepercayaan kepada perempuan dalam dunia akademik, tetapi juga sebuah momen penting untuk menjaga kesinambungan arah perjalanan kampus.
Baca Juga : Arti Pengibaran Bendera One Piece Menjelang HUT RI ke-80, Simbol Kritik Sosial Anak Muda
Namun, ucapan selamat itu tidak datang sendiri. Di baliknya, terselip pesan yang tegas namun penuh kepercayaan. Prof. Zainuddin menitipkan sejumlah agenda strategis yang selama ini telah digagas dan mulai dibangun, agar tak berhenti di tengah jalan. Beberapa program besar seperti pendirian Rumah Sakit Pendidikan (RSP), pengembangan Labschool terintegrasi, serta penguatan sistem layanan digital One Gate System (OGS) menjadi bagian dari visi jangka panjang kampus untuk mencetak lulusan unggul, baik dalam keilmuan maupun dalam pengabdian sosial.
Menurut Prof. Zainuddin, keberhasilan kampus tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik atau sistem semata, melainkan juga oleh kekuatan moral dan kebersamaan seluruh sivitas akademika. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kesatuan dan persatuan, serta memastikan kampus tetap dalam kondisi kondusif dan kohesif. Ia percaya, suasana batin yang harmonis akan menjadi landasan kokoh bagi terwujudnya segala cita-cita besar yang tengah dirintis.
"Jaga suasana hati kampus. Jaga kebersamaan. Jangan biarkan perbedaan menjadi sumber perpecahan," ujarnya, Kamis, (31/7/2025). Dalam nada tenang, ia menegaskan bahwa kepemimpinan sejati bukan sekadar soal administrasi, tapi tentang membangun kepercayaan dan solidaritas.
Lebih dalam lagi, Prof. Zainuddin membagikan warisan spiritual yang selama ini ia pegang erat dalam menakhodai kampus. Empat kunci hidup yang ia sebut sebagai dasar kesuksesan: ikhtiar, doa, sabar, dan tawakal. Ia menuturkan bahwa empat hal itu bukan sekadar nasihat, melainkan fondasi moral yang telah menuntunnya melewati berbagai tantangan berat selama masa kepemimpinan, mulai dari pandemi global hingga berbagai transformasi internal kampus.
“Empat kunci ini adalah pegangan saya. Saya mohon, jangan ditinggalkan. Tetap jadi napas dalam setiap keputusan,” katanya.
Baca Juga : Pemkab Malang Fasilitasi Pendidikan hingga Pekerjaan bagi Disabilitas
Sebagai penutup, Prof. Zainuddin menekankan satu hal yang menjadi mimpi bersama dan harus terus dikawal oleh rektor baru: Roadmap 2025–2030 UIN Maliki Malang menuju pengakuan dan reputasi internasional. Menurutnya, dokumen strategis ini bukan hanya tentang ranking dan pencitraan, melainkan tentang menempatkan UIN Maliki sebagai bagian dari dialog global, tentang Islam, ilmu pengetahuan, dan kemanusiaan.
“Kampus ini harus hadir di panggung dunia. Kita sudah mulai, tapi jalan masih panjang. Saya titipkan kelanjutannya pada Prof. Ilfi, pada seluruh dosen, mahasiswa, dan keluarga besar UIN Maliki,” tuturnya dengan penuh harap.