free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Ekonomi

Membedah Kolaborasi Pemkab Blitar dan PT Djarum dalam Budidaya Tembakau Prancak 95

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Yunan Helmy

29 - Jul - 2025, 12:57

Loading Placeholder
Lukas Supriyatno, kepala Bidang Sarana Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar. (Foto: Aunur Rofiq/JatimTIMES)

JATIMTIMES — Di balik gulungan asap kretek khas Indonesia, terselip upaya panjang dan serius dari para petani serta pemerintah daerah untuk meningkatkan mutu dan daya saing tembakau nasional. Salah satunya datang dari Blitar Selatan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. 

Sejak tiga tahun terakhir, wilayah ini menjadi lokasi riset dan pengembangan tembakau varietas Prancak 95, hasil kemitraan strategis antara Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar dengan PT Djarum.

Baca Juga : Mahasiswa FIKES UB Gelar Pengabdian Masyarakat di Clumprit, Gaungkan Aksi Kolaboratif untuk Kesehatan

Prancak 95 bukan varietas sembarangan. Tembakau ini dikenal sebagai tembakau khas Madura dengan karakter daun tipis, warna cerah, dan aroma khas yang banyak digunakan sebagai bahan baku rokok kretek berkualitas tinggi. PT Djarum pun menaruh minat besar untuk mengembangkannya di Blitar, terutama di kawasan selatan yang memiliki lahan marginal.

Menurut Kepala Bidang Sarana Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar Lukas Suprayitno, kerja sama ini bermula dari riset terbatas yang dilakukan PT Djarum pada tahun pertama. “Saat itu mereka hanya ingin memastikan apakah karakter tanah dan iklim Blitar cocok untuk Prancak 95,” ujarnya saat ditemui, Selasa, 29 Juli 2025. 

Hasilnya positif. Hanya dengan luasan 2 hingga 3 hektare, tanaman tumbuh optimal dan sesuai standar perusahaan.

Tahun berikutnya, program diperluas. Riset tidak lagi dilakukan langsung oleh tim internal PT Djarum, tetapi mulai melibatkan petani lokal yang lahan dan teknik tanamnya masih dalam pengawasan. “Kita sebut sebagai tahap riset konsistensi di tingkat petani. Dari situlah mulai terlihat potensi lebih besar. Dan tahun ketiga ini, kami mulai menjajaki tahap perluasan dan legalisasi kerja sama formal,” kata Lukas. 

Meski belum ada nota kesepahaman (MoU) secara tertulis, kemitraan itu berlangsung aktif dan nyata. PT Djarum bahkan menempatkan tenaga pendamping tetap di Blitar untuk membimbing petani secara langsung. “Pendamping ini membantu dalam setiap fase budidaya, dari tanam sampai panen. Tujuannya agar hasil sesuai standar kualitas Djarum,” jelas Lukas.

Saat ini, total lahan yang digunakan untuk pengembangan Prancak 95 di Blitar tercatat sekitar 60 hektare. Namun, untuk keperluan riset lanjutan, PT Djarum masih membatasi maksimal 25 hektare sebagai area inti pendampingan. Menurut Lukas, permintaan dari petani untuk bergabung sebenarnya sangat tinggi. Namun, karena ini masih tahap pematangan model, seleksi tetap diberlakukan.

Pelatihan petani Blitar selatan bersama PT Djarum

Salah satu keunggulan dari kerja sama ini, menurut Lukas, adalah efisiensi jalur distribusi. Tembakau Prancak 95 dari Blitar tidak perlu melalui tengkulak atau distributor. “Jalur pemasarannya langsung dari petani ke gudang PT Djarum. Tidak ada perantara,” ucapnya. Dengan skema ini, harga menjadi lebih transparan dan petani memperoleh keuntungan lebih optimal.

Baca Juga : Mahasiswa UB Sulap Kotoran Sapi Jadi Pupuk Organik Ramah Lingkungan di Desa Pagersari

Ia menambahkan, kehadiran Djarum juga membawa dampak positif pada pendekatan budidaya. Banyak petani kini mulai beralih pada pola tanam yang lebih presisi dan ramah lingkungan, karena mengikuti standar teknis dari perusahaan. “Petani jadi lebih disiplin dalam pemupukan, pengendalian hama, dan manajemen panen,” ujar Lukas.

Dari sisi pemerintah, kolaborasi ini dinilai sebagai langkah tepat dalam pemanfaatan lahan marginal—tanah yang selama ini sulit ditanami komoditas lain secara ekonomis. Dengan memilih varietas yang adaptif seperti Prancak 95, tanah-tanah tersebut kini menjadi sumber pendapatan baru bagi warga. "Kami tidak hanya bicara hasil panen, tapi juga membangun pola kemitraan yang sehat dan berkelanjutan," tutur Lukas.

Melihat respons positif dari petani dan hasil panen yang menjanjikan, Lukas optimistis tahun depan luas tanam dapat ditingkatkan. Ia berharap, MoU resmi dapat segera diteken agar kerja sama ini masuk tahap ekspansi. “Djarum juga butuh petani, karena mereka butuh pasokan berkelanjutan. Kami ingin Blitar menjadi sentra Prancak 95 yang diperhitungkan,” katanya.

Bagi Blitar Selatan, tembakau Prancak 95 tak sekadar tanaman baru. Ia menyimpan harapan baru di lahan-lahan kering yang selama ini terpinggirkan. Dengan dukungan ilmu, kemitraan, dan komitmen, siapa sangka Blitar bisa menjadi rumah baru bagi tembakau Madura berkualitas ekspor?


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Yunan Helmy

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi

--- Iklan Sponsor ---