free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pendidikan

Mahasiswa UB Sulap Kotoran Sapi Jadi Pupuk Organik Ramah Lingkungan di Desa Pagersari

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

29 - Jul - 2025, 09:33

Loading Placeholder
Foto bersama tim KKN UB, pembimbing dan warga Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. (Foto: istimewa)

JATIMTIMES - Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) mengembangkan inovasi pupuk organik dari limbah kotoran sapi di Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Inovasi ini digagas melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) bertajuk “Berladang dari Kandang” yang mengusung teknologi tepat guna berbasis kebutuhan masyarakat.

Program ini hadir sebagai solusi atas permasalahan lingkungan yang timbul akibat limbah peternakan, terutama kotoran sapi yang selama ini mencemari sungai dan lahan pertanian warga. Lewat inovasi ini, tim KKN UB memperkenalkan metode pengolahan limbah menjadi pupuk organik padat dan cair yang ramah lingkungan, murah, dan bisa langsung diterapkan oleh masyarakat.

Baca Juga : Ini Beberapa Andalan Layanan Publik Milik Pemkot Surabaya, Masyarakat Diminta Mencoba

Adapun proses produksi pupuk dilakukan melalui teknik fermentasi dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal seperti batu gamping, phosphate, dogumon, sulfox, serta ramuan cair fermentasi tradisional. Inovasi ini tidak hanya mengurangi dampak pencemaran, tapi juga meningkatkan kesuburan tanah, terutama untuk budidaya tanaman hortikultura.

“Melalui program ini, kami ingin mengubah pandangan masyarakat terhadap limbah peternakan. Kotoran sapi memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang aman dan berkelanjutan,” ujar Narendra Adinegara, koordinator program pada Jumat (25/7/2025).

Proses pengolahan limbah menjadi pupuk organik padat dan cair. (Foto: istimewa)

Proses pengolahan limbah menjadi pupuk organik padat dan cair. (Foto: istimewa)

Hasil fermentasi yang dilakukan tim telah diuji langsung pada tanaman cabai milik petani setempat. Hasilnya menunjukkan peningkatan pertumbuhan tanaman serta kesuburan tanah yang lebih baik dibanding sebelumnya.

Untuk diketahui, program ini digagas oleh 14 mahasiswa lintas jurusan Universitas Brawijaya, di antaranya Ghani Subrata, Narendra Adinegara, Muhammad Dani Al Abrori, Farrel Favian Rajwa Rabbani I., Niko Genta Syaputra, Latifah Ika Sarasvati, Nadira Dina Apriliani, Danisha Nayyara Luthfy, Naila Humairah Ramadhani, Hesty Nia Ramadhani, Sheila Najwa Mumtaaz, Alifvia Putri Pratiwi, Andini Aprilia Putri, dan Cinta Amalia Putri. Tim KKN UB ini dibimbing langsung oleh dosen pengawas lapangan, Achmad Hidayat, S.Si., M.Si.

Momen tim KKN UB melakukan teknik fermentasi dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal seperti batu gamping, phosphate, dogumon, sulfox, serta ramuan cair fermentasi tradisional. (Foto: istimewa)

Momen tim KKN UB menguji hasil inovasi pupuk organik dari limbah kotoran sapi ke tanaman. (Foto: istimewa)

Baca Juga : Belum Ada Rektor Terpilih, Kemenag Perpanjang Masa Jabatan Prof Zainuddin sebagai Rektor

Kerja sama yang terbangun antara mahasiswa dan warga Pagersari menjadi kunci keberhasilan program ini. Sosialisasi pun dilakukan secara berkala, termasuk pelatihan pembuatan pupuk dan pendampingan penerapan di lahan milik petani.

Program ini tak hanya fokus pada inovasi teknologi, tapi juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Secara spesifik, program ini menyasar poin 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta poin 15 tentang Kehidupan di Darat.

Dengan memanfaatkan kotoran sapi sebagai sumber daya produktif, mahasiswa UB berharap bisa mendorong kemandirian petani, menjaga kelestarian lingkungan, serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.

Program “Berladang dari Kandang” pun mendapat respon positif dari warga Pagersari. Beberapa petani bahkan sudah mulai rutin menggunakan pupuk hasil fermentasi tersebut pada lahan pertanian mereka. Tim KKN UB berharap, inovasi ini bisa menjadi model yang ditiru di desa-desa lain yang juga memiliki potensi peternakan.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan

--- Iklan Sponsor ---