JATIMTIMES — Sebanyak 214 peserta mendaftarkan diri dalam seleksi tenaga pendamping program RT Keren yang digelar Pemerintah Kota Blitar. Di balik proses seleksi yang ketat ini, Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar dipercaya sebagai mitra pelaksana untuk memastikan setiap tahapan berjalan profesional, transparan, dan sesuai kerangka acuan kerja dari Wali Kota Blitar.
Proses seleksi berlangsung bertahap sejak 22 Juli 2025, dimulai dari pengumuman pendaftaran, seleksi administrasi, tes tertulis berbasis komputer (UTBK), hingga wawancara mendalam. Semua tahapan dirancang untuk menjaring 37 orang pendamping terbaik dari ratusan pelamar.
Baca Juga : Dirumorkan hanya Jadi Pelengkap, Made dan Firmando Siap Berikan yang Terbaik untuk Kabupaten Malang
Wakil Rektor III Unisba Blitar, Dr. Supriyono, menegaskan bahwa pihaknya menjalankan proses ini secara profesional dan patuh terhadap pedoman teknis yang ditetapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen di Pemkot Blitar.
"Kami tidak main-main. Proses ini kami kawal ketat sesuai dengan juknis. Pada seleksi administrasi tanggal 26 Juli lalu, dari 214 peserta, kami mengerucutkan menjadi 130. Tapi setelah dicek ulang, ada data ganda. Jadi yang valid dan hadir untuk tes UTBK hari ini berjumlah 127 orang," ungkapnya saat ditemui di sela pelaksanaan tes tertulis, Senin (28/7/2025).
Seleksi UTBK menjadi pintu penyaringan kedua sebelum peserta melangkah ke tahap akhir, yakni wawancara dengan lima tim ahli. Tim tersebut terdiri dari pakar prasarana lingkungan, non-prasarana, teknologi informasi, hingga psikolog. Dari seluruh tahapan ini, hanya 37 peserta yang akan lolos menjadi pendamping RT Keren.
Menurut Supriyono, proses seleksi bukan sekadar formalitas. Dalam praktiknya, Unisba juga rutin berkoordinasi dengan pihak Pemkot Blitar untuk mengklarifikasi ketentuan yang bersifat multitafsir. Misalnya, soal syarat pengalaman kerja minimal tiga tahun bagi lulusan S1 non-teknik.
"Kalau ada pelamar dengan pengalaman 2,5 tahun, kami diskusikan. Tapi kami tetap tegas, karena patokan utama kami adalah kerangka acuan kerja dari wali kota," ujarnya.
Penunjukan Unisba Blitar sebagai pelaksana seleksi bukan tanpa alasan. Kerja sama antara Unisba dan Pemkot Blitar sudah berlangsung cukup lama dan didasari oleh nota kesepahaman (MoU) antara rektor dan wali kota. Dalam implementasinya, kerja sama ini telah menghasilkan program-program nyata seperti KKN tematik untuk mendukung koperasi Merah Putih di Kota Blitar.
"Ini adalah bentuk kontribusi nyata kampus dalam pembangunan daerah. Kami tidak hanya mendidik di kelas, tapi juga ikut mencetak sumber daya manusia yang siap mengabdi di masyarakat," kata Supriyono.
Sementara itu, Ketua Tim Seleksi dari Unisba, Setiawan Adi Subagio, yang juga memimpin Entrepreneurial Learning and Career Center (ELCC), menjelaskan beberapa dinamika di lapangan. Banyak pelamar tidak lolos seleksi administrasi karena tidak memenuhi persyaratan dasar yang sudah jelas tercantum.
"Ada yang hanya lulusan SMA dan SMK, bahkan masih kuliah pun ikut mendaftar dengan hanya menyertakan surat keterangan kampus. Padahal, juknis menyebut minimal ijazah D3. Jadi kami tidak bisa kompromi,” ujar Setiawan.
Baca Juga : Pilwaka 2025 Digelar Secara Digital, Bukti Tata Kelola Modern MAN 2 Kota Malang
Ia juga menambahkan bahwa tes wawancara akan dilangsungkan pada Rabu dan Kamis, 30–31 Juli 2025, sementara pengumuman hasil akhir rekrutmen dijadwalkan Sabtu, 2 Agustus 2025. Semua informasi diumumkan melalui laman resmi Unisba Blitar, sebagai bentuk keterbukaan dan akuntabilitas publik.
Proses rekrutmen ini menjadi salah satu contoh sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia yang kompeten. Pendamping RT Keren sendiri akan menjadi garda terdepan dalam mendampingi program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan rukun tetangga.
Dengan seleksi yang ketat dan berstandar tinggi, diharapkan para pendamping ini tidak hanya menjadi penggerak administrasi, tetapi juga inovator dan fasilitator perubahan sosial di tingkat komunitas. Di tengah transformasi tata kelola pembangunan yang semakin inklusif dan partisipatif, program ini menjadi salah satu terobosan penting.
Bagi Unisba Blitar, keterlibatan dalam seleksi RT Keren juga menjadi bagian dari orientasi kampus sebagai center of excellence yang tidak hanya memproduksi lulusan, tetapi juga menjawab kebutuhan riil masyarakat dan pemerintahan.
"Ke depan, kami siap melanjutkan kerja sama lain sesuai kebutuhan Pemkot. Karena kami percaya, perguruan tinggi bukan menara gading, tapi mitra aktif dalam pembangunan daerah,” pungkas Supriyono.
Dengan kualitas dan integritas sebagai fondasi, seleksi pendamping RT Keren Kota Blitar tak sekadar rekrutmen tenaga teknis. Ia adalah cermin kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan tata kelola pembangunan, demi Blitar yang lebih inklusif, tangguh, dan keren.