JATIMTIMES - Langit malam di atas Kantor DPC PKB Kota Blitar, Sabtu 26 Juli 2025, seolah memayungi doa-doa yang mengalir dari para kader partai. Di teras yang diterangi lampu remang dan lilin tumpeng, mereka duduk khidmat.
Doa bersama, potong tumpeng, dan sambutan menjadi bagian dari tasyakuran Hari Lahir (Harlah) Ke-27 Partai Kebangkitan Bangsa. Sebuah perayaan yang sederhana, tetapi sarat makna politis.
Baca Juga : Sekjen PAN Eko Patrio Turun Gunung, Target Tambah Kursi Legislatif di Jatim
Acara ini tak hanya menjadi momentum refleksi, tetapi juga panggung untuk menyusun arah perjuangan politik ke depan. Ketua DPC PKB Kota Blitar, Yasin Hermanto, menjelaskan bahwa tasyakuran ini merupakan lanjutan dari rangkaian peringatan harlah nasional PKB yang telah dimulai sejak Rabu, 23 Juli 2025. Saat itu, pengurus menggelar khataman Al-Qur’an di tempat yang sama. Namun, karena jajaran pengurus inti dan anggota Fraksi PKB di DPRD Kota Blitar menghadiri perayaan nasional di Jakarta, acara puncak di Blitar baru digelar pada Sabtu malam.
"Ini bagian dari rasa syukur kami atas karunia dan capaian politik PKB, khususnya di Kota Blitar," ujar Yasin. Menurutnya, PKB Kota Blitar telah menorehkan sejarah penting dalam peta politik lokal. Tidak hanya menambah kursi di parlemen, partai ini juga sukses mengusung wali kota dari internal partai, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah pascareformasi di Blitar.
Yasin menyebut, keberhasilan tersebut sebagai “pecah telur”. Pasalnya, selama dua dekade lebih, pemilihan wali kota di Blitar selalu dimenangkan PDIP. Namun pada Pilkada terakhir, PKB mampu mengubah arah angin politik dengan mengusung dan memenangkan H. Syauqul Muhibbin, atau yang akrab disapa Mas Ibin.
Dengan mengantongi lima kursi di DPRD dan berhasil mengantarkan calon yang diusungnya menjadi kepala daerah, DPC PKB Kota Blitar kini membidik target yang lebih besar. "Untuk Pileg 2029, target kursi harus bertambah. Entah satu atau dua, yang jelas kami ingin lebih kuat," kata Yasin, sembari menegaskan bahwa kemenangan di eksekutif harus menjadi mesin pendorong penguatan legislatif.
Lebih jauh, ia menyatakan bahwa amanah yang diterima PKB tidak hanya sekadar kekuasaan, melainkan tanggung jawab untuk menjaga jalannya pemerintahan di Kota Blitar. Arahan dari para kiai sepuh pun menjadi pegangan: menjaga, mendorong, dan memastikan bahwa kekuasaan digunakan untuk maslahat.
Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh DPC PKB. Ia menilai, PKB merupakan partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama dan membawa nilai-nilai perjuangan yang kuat. Namun menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana meyakinkan kalangan Nahdliyin dan Nahdliyat agar benar-benar melihat PKB sebagai saluran politiknya.
"Kalau hampir 70 persen penduduk Indonesia adalah warga NU, maka seharusnya PKB bisa menjadi partai terbesar di negeri ini," ujarnya. Mas Ibin mengaku bahwa masih banyak potensi yang belum tergarap. Ia berharap konsolidasi dan kerja-kerja politik di akar rumput terus dimaksimalkan agar ke depan PKB benar-benar menjadi representasi politik umat.
Baca Juga : Tutup Kejuaraan Paralympic, Wali Kota Batu Komitmen Dukung Sarana Atlet Disabilitas
Ia juga menyinggung tentang keberhasilannya dalam Pilkada lalu. Baginya, kemenangan itu bukan karena strategi semata, melainkan hasil dari doa para kiai dan restu dari masyarakat. "Kalau kata Gus Halim, saya ini pemecah mitos. Tapi saya tidak tahu mitos itu apa. Yang saya tahu hanya kalimat La haula wa la quwwata illa billah. Kalau Allah sudah berkehendak, insyaallah jadi," ucapnya disambut tepuk tangan.
Di ujung sambutan, Mas Ibin memohon doa dan bimbingan agar amanah yang ia emban sebagai wali kota bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya. Ia ingin menjadi pemimpin yang memberi manfaat, serta membawa nama PKB semakin harum, baik di tingkat lokal maupun nasional.
"Saya mohon doa agar saya bisa menjalankan tugas ini dengan baik, dan bisa memberikan manfaat untuk masyarakat," ujarnya. Mas Ibin juga menyatakan tekadnya untuk menjaga nama baik partai yang telah mengusungnya. "Saya ingin membawa nama PKB ikut harum, tidak hanya di Kota Blitar, tapi juga di tingkat nasional," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris PCNU Kota Blitar, Juni Kartika, yang hadir malam itu menyampaikan bahwa keberadaan PKB adalah bagian dari perjuangan jamiyah Nahdlatul Ulama di bidang politik. Ia menegaskan, sinergi antara NU dan PKB harus terus dirawat. "PKB bukan sekadar partai, tapi wasilah perjuangan bagi umat. Kita harus terus kuatkan barisan," ujarnya.
Malam itu, selain doa dan sambutan, suasana harlah juga diwarnai semangat baru. Tumpeng yang dipotong bukan sekadar simbol syukur, tapi juga pengingat akan jalan panjang yang masih terbentang. Jalan yang harus ditempuh dengan konsistensi, keyakinan, dan tentu saja kebersamaan. PKB Kota Blitar tampaknya siap melangkah ke babak baru dengan harapan menambah kursi di parlemen dan mempertahankan wali kota dari rahim partai sendiri. Sebuah kombinasi antara kekuatan politik dan kesalehan tradisi.