JATIMTIMES - Wali Kota Batu Nurochman mengapresiasi puluhan atlet penyandang disabilitas yang sudah berlaga dalam Kejuaraan Paralympic Tingkat Kota (Keparkot) 2025. Sehingga Pemkot Batu berkomitmen untuk mendukung pengembangan olahraga disabilitas di Kota Batu.
Hal tersebut diungkapkan Nurochman saat menutup kejuaraan tersebut di GOR Gajahmada, Kota Batu pada Sabtu (26/7/2025). Keparkot mempertandingkan empat cabor. Yakni Bulu Tangkis, Atletik, Boccia dan Bocce.
Baca Juga : Merti Bumi Tulungrejo, Warga Njenang Bareng Hasilkan 4 Ton
Dengan total peserta yang telah mendaftar sebanyak 93 peserta. Mereka berasal dari Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada di Kota Batu, sekolah inklusi dan umum. Selama dua hari mereka bertanding di tiga venue.
Untuk bulutangkis berlangsung di GOR Ganesa, Boccia di GOR Gajah Mada, Atletik dan Bocce di Stadion Brantas. Wali Kota Batu Nurochman mendorong seluruh atlet untuk terus berlatih di cabang masing-masing guna meraih prestasi lebih tinggi.
“Tahun depan, kita akan menggelar Wali Kota Cup sebagai wujud konsistensi kita dalam memajukan olahraga inklusif,” ungkap Nurochman.
Untuk itu Pemkot Batu berkomitmen memperkuat sarana pendukung atlet disabilitas. “Fasilitas dan alat latihan akan dibantu oleh Komisi C DPRD, dan saya sebagai Wali Kota akan memastikan pengadaannya pada 2026. Potensi luar biasa ini harus terus dikembangkan,” tambah Nurochman.
Nurochman menegaskan visi Kota Batu sebagai kota yang ramah anak, termasuk anak disabilitas. “Kami mohon dukungan semua pihak untuk mewujudkan kebijakan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan mereka,” tegas ketua PKB Kota Batu ini.
Baca Juga : MAN 1 Kota Malang Mantapkan Langkah Menuju WBK, Tanamkan Nilai Integritas Sejak Dini
Sementara itu Ketua National Paralympic Commitee of Indonesia (NPCI) Kota Batu Neny Riza, menambakan kejuaraan ini menjadi ajang unjuk kebolehan bagi para atlet penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kemudian menggali potensi dari anak-anak yang berkebutuhan khusus untuk menunjukkan bakat dan minat mereka.
Ke depan diharapkan semakin banyak melahirkan anak-anak berkebutuhan khusus yang berprestasi di kancah nasional dan internasional.
“Nantinya mereka yang bertanding dan keluar sebagai juara dalam Keparkot 2025 akan berkesempatan mengikuti Puslat. Ketika sudah memenuhi syarat dan kriteria, akan diikuti dalam Keparprov atau Kejuaraan Paralympic Tingkat Provinsi Jatim mewakili Kota Batu,” terang Neny.