JATIMTIMES - Pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang bernama Naridi warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang masih berlanjut. Hari ini, Sabtu (26/7/2025) pencarian diperluas hingga sekitar 5 mil dari titik diduga nelayan tersebut dilaporkan hilang saat mencari ikan pada Selasa (22/7/2025).
"Pencarian dilakukan hingga 4 mil sampai 5 mil dari pantai," ujar Kasatpolairud Polres Malang AKP Yoyok Supandi kepada JatimTIMES, saat dikonfirmasi di sela pencarian, Sabtu (26/7/2025) menjelang petang.
Baca Juga : Raden Patah: Ulama, Raja, dan Pembaharu Hukum Islam Nusantara
Sebagaimana diberitakan, nelayan berusia 66 tahun tersebut dilaporkan hilang diduga saat berada di perairan Gerojokan Sendangbiru. Yakni pada sekitaran 300 meter sebelah timur Pulau Sempu.
Menurut keterangan keluarga, korban diduga mencari ikan di seputaran Pulau Sempu pada Selasa (22/7/2025) subuh. Korban mencari ikan jenis karang dengan menggunakan perahu sampan atau kunting dayung.
Kemudian, sekitar pukul 06.00 WIB, dua orang nelayan yang saat itu menebar jaring di perairan sekitaran lokasi diduga korban mancing ikan, melihat sebuah perahu sampan dalam kondisi terbalik dan tidak ada orang di sekitarnya.
Dari perahu sampan tersebut, ditemukan alat pancing dan plastik kresek yang diduga berisi bekal makanan. Temuan tersebut kemudian oleh para nelayan tersebut dilaporkan kepada pihak terkait termasuk Satpolairud Polres Malang.
Setelah diperiksa, personel gabungan yang mendapat laporan hilangnya korban mendapati tulisan Kliwon. Tulisan itu terpampang pada lambung perahu sampan yang sebelumnya ditemukan oleh dua orang nelayan tersebut.
Diketahui, perahu sampan dengan ukuran panjang sekitar 4,5 meter bertuliskan Kliwon tersebut adalah milik korban. Hingga akhirnya, sampai dengan Sabtu (26/7/2025), upaya pencarian terhadap korban masih berlangsung. "Pencarian turut diperkuat 13 personel," ujar Yoyok.
Personel gabungan yang dilibatkan dalam pencarian tersebut terdiri dari unsur personel Pos AL Sendangbiru, tim PSR Malang Selatan beserta Basarnas. Proses pencarian juga turut melibatkan perahu jukung dan perahu karet dari Basarnas serta perahu speed dari relawan lokal.
Baca Juga : Laki-Laki Tanpa Identitas Meninggal Dunia di Pasar Dampit
"Personel pencarian dibagi tiga SRU (Search and Rescue Unit). Yakni satu SRU laut dan dua SRU darat," terang Yoyok.
Satu SRU laut tersebut bertugas melakukan pencarian mulai dari kawasan Pantai Tamban hingga ke Pantai Tiga Warna, Kabupaten Malang. "Situasi ombak tinggi saat pencarian mencapai 2,3 meter sampai 2,6 meter," imbuh Yoyok.
Sementara SRU 2, bertugas melakukan pencarian sekaligus pemantauan di darat. Yakni mulai dari kawasan Pantai Sendiki, Kabupaten Malang.
Sedangkan SRU 3 melakukan pencarian darat hingga ke kawasan Pantai Tiga Warna. "Sampai dengan hari ini (Sabtu, 26/7/2025) masih dilakukan upaya pencarian bersama Basarnas," pungkas Yoyok