JATIMTIMES - Wali Kota Batu Nurochman menyampaikan jika hingga saat ini pariwisata masih menjadi penggerak ekonomi daerah. Hal tersebut dilihat dari sumbangan pada PDRB Kota Batu tahun 2024 mencapai 35 persen. Pemkot mengkolaborasikan potensi alam, ekonomi kreatif dan seni budaya untuk datangkan 11,1 juta wisatawan hingga akhir tahun ini. "Peran Pemerintah Kota Batu dalam Tata Kelola Pariwisata sebagai Penunjang APBD," ujar Nurochman, belum lama ini.
Dikatakannya, pariwisata menyumbang 35 persen PDRB (Pendapatan Domestik Regional Bruto) Kota Batu yakni mencapai Rp20,254 triliun pada 2024. Event seperti Porprov IX yang mendatangkan Rp8,3 miliar dalam 17 hari membuktikan dampak pariwisata bagi UMKM.
Baca Juga : 9 Hari Operasi Patuh Semeru di Kota Batu, 1282 Pengendara Kena Tilang
Wali kota yang akrab disapa Cak Nur itu membeberkan, bahwa Kota Batu memiliki 47 destinasi wisata, termasuk 24 desa/kelurahan wisata dan 23 objek daya tarik wisata (ODTW). Untuk memaksimalkan potensi ini, Pemkot Batu meluncurkan strategi #KWBSafeTourism dengan slogan “Everyday is Holiday”.
"Jadi, tidak hanya mengandalkan alam, tetapi juga ekonomi kreatif dengan 17 subsektor dan 288 pelaku usaha, termasuk seni budaya yang telah diakui sebagai warisan nasional," tambahnya.
Pihak Pemkot Batu menginginkan wisatawan merasa aman dan nyaman dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Cak Nur juga menekankan bahwa pemerintah mengedepankan model Pentahelix, melibatkan akademisi, bisnis, komunitas, dan media.
"Serta dengan inovasi teknologi bisa membuka akses lebih luas bagi UMKM dan desa wisata," ungkap Cak Nur.
Baca Juga : Anti Bangkrut di Usia 30! Panduan Tabungan Ideal dan Tips Finansialnya
Tahun ini, Pemkot menargetkan 11,1 juta kunjungan, dengan proyeksi belanja wisatawan mencapai Rp2,1 juta per hari. Selain itu lebih dari 450 UMKM terlibat, dan okupansi akomodasi mencapai 93 persen.
"Kami ingin pertumbuhan pariwisata juga dirasakan merata oleh masyarakat, terutama di desa-desa wisata," imbuhnya.